REMBANG, Harianmuria.com – Rembang Expo 2025 resmi dibuka oleh Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies), pada Jumat malam, 25 Juli 2025, di Gedung Balai Kartini. Acara tahunan ini digelar dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-284 Kabupaten Rembang dan menjadi etalase bagi kebangkitan ekonomi serta pelestarian budaya lokal.
Dalam sambutannya, Gus Hanies menyampaikan bahwa Rembang Expo merupakan langkah strategis untuk mendorong pelaku UMKM naik kelas, baik dari sisi kualitas produk maupun daya saing.
“Rembang Expo sangat membantu pelaku UMKM meningkatkan penjualan, ide, dan inovasi. Kita harapkan mereka bisa naik kelas. Ini bukan sekadar event seremonial. Ini milik rakyat Rembang untuk tumbuh bersama,” ujar Gus Hanies.
Rembang Expo 2025 Hadirkan 120 Peserta
Kegiatan ini menghadirkan sekitar 120 pelaku usaha dari berbagai sektor, mulai dari kuliner, kerajinan, pertanian, batik tulis Lasem, hingga produk pabrikan. Tak hanya pelaku usaha, expo ini juga melibatkan berbagai instansi seperti RSUD dr. R. Soetrasno, PLN, dan Bank Jateng.
Ketua Panitia Rembang Expo 2025, Mahfudz, menyebutkan bahwa pameran ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk unggulan lokal, tetapi juga menjadi wadah edukasi ekonomi dan budaya untuk masyarakat.
Semarak Seni Budaya Daerah Ramaikan Expo
Tak hanya pameran, malam pembukaan juga disemarakkan dengan pertunjukan seni budaya khas Rembang. Mulai dari tari tradisional oleh Sanggar Seni Galuh Ajeng, atraksi Barongan Condro Mowo, hingga fashion show oleh Diraja Modeling dan hiburan musik dari Warastra Music berhasil memukau ribuan pengunjung yang hadir.
Antusiasme Pelaku UMKM
Salah satu pelaku UMKM, Rois, pedagang lontong tuyuhan yang juga Ketua Paguyuban Pedagang Lontong Tuyuhan, mengaku dagangannya langsung ludes pada hari pertama expo.
“Siang saya buka lapak, sore sudah habis, malam isi ulang lagi. Alhamdulillah, Rembang Expo sangat membantu kami pelaku usaha kecil,” ucapnya dengan semangat.
Rembang Expo 2025 akan berlangsung hingga 31 Juli 2025 dan terbuka untuk umum setiap hari. Pameran ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus ruang untuk melestarikan budaya daerah.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki










