KUDUS, Harianmuria.com – Proyek pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) Colo di Jalan Raya Kudus–Colo, Kecamatan Dawe, Kudus baru mencapai 25 persen progres pekerjaan, padahal waktu pengerjaan hanya tersisa dua bulan.
Kondisi ini terungkap saat Komisi D DPRD Kudus melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan, Selasa, 14 Oktober 2025.
DPRD Dorong Percepatan Pembangunan
Ketua Komisi D DPRD Kudus, Mardijanto, menegaskan pihaknya akan terus memantau proyek tersebut karena dianggap vital bagi masyarakat di kawasan pegunungan Muria.
“Progres pembangunan baru sekitar 25 persen. Dengan waktu tersisa hanya dua bulan, kami minta pihak pelaksana menambah tenaga kerja dan mempercepat proses, tanpa mengurangi kualitas pekerjaan,” tegasnya.
DPRD mendesak jumlah pekerja ditingkatkan dari 12 menjadi lebih dari 20 orang, termasuk opsi kerja lembur jika diperlukan, agar proyek selesai tepat waktu.
“Kami ingin proyek ini rampung sesuai jadwal karena manfaatnya besar bagi masyarakat lereng Muria,” tambah Mardijanto.
Baca juga: Gelontorkan Rp962 Juta, Pemkab Kudus Bangun Pustu di Lereng Gunung Muria
Pustu Colo Didanai APBD Kudus Rp962 Juta
Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kudus, Ahmad Muhammad, menjelaskan pembangunan Pustu Colo dibiayai APBD Kudus melalui dana cukai dengan nilai kontrak senilai Rp962 juta. Proyek dimulai 27 Agustus 2025 dan ditargetkan selesai 9 Desember 2025.
“Pustu ini berdiri di atas lahan hampir 1.000 meter persegi. Nantinya akan menjadi pusat layanan kesehatan terdekat bagi masyarakat sekitar yang selama ini kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan,” jelas Ahmad.
Dinkes Kudus bersama konsultan pengawas rutin memantau proyek agar sesuai spesifikasi teknis, baik dari sisi material maupun jumlah tenaga kerja.
“Kami pastikan hasilnya optimal dan tepat waktu. Harapannya, Pustu Colo segera bisa dimanfaatkan masyarakat untuk pelayanan kesehatan yang lebih layak dan cepat,” tandasnya.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki










