BLORA, Harianmuria.com – Ruas jalan provinsi Gatot Subroto di Kabupaten Blora, tepatnya dari Taman Setro hingga perempatan Biandono, tengah menjalani rehabilitasi dan overlay aspal sepanjang 2,7 kilometer.
Proyek ini menelan anggaran Rp5,25 miliar, yang seluruhnya berasal dari APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2025. Pengerjaan proyek dilaksanakan oleh CV Wira Nadi Suaccha dan diawasi oleh konsultan Bintang Sembilan Konsultan Bhakti Persada KSO.
Gunakan Aspal Modifikasi Asbuton
Kepala Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Purwodadi DPU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jateng, Binawan Nur Tjahjono, menyebutkan bahwa proyek ini menggunakan aspal modifikasi asbuton, yakni aspal berbahan dasar batuan Buton asal Sulawesi Tenggara yang telah dimodifikasi.
“Aspal modifikasi asbuton ini merupakan inovasi pemanfaatan sumber daya alam lokal untuk pembangunan jalan yang lebih kuat, tahan lama, dan hemat biaya,” jelas Binawan, Minggu, 7 September 2025.
Menurutnya, usia ideal aspal tersebut bisa mencapai 5 tahun apabila kendaraan yang melintasi jalan sesuai dengan ketentuan kelas jalan yang berlaku.
Beban Lebih Perpendek Usia Aspal Jalan
Binawan menjelaskan, ruas jalan Gatot Subroto tergolong jalan kelas III, dengan muatan sumbu terberat (MST) maksimal 8 ton, serta dimensi kendaraan maksimum lebar 2,2 meter, panjang 9 meter, dan tinggi 3,5 meter.
“Kalau kendaraan yang lewat melebihi MST, usia aspal bisa sangat singkat, bahkan bisa rusak hanya dalam beberapa bulan,” tambahnya.
Progres Proyek Melebihi Target
Perwakilan penyedia jasa, Ihasan Mafazi, melaporkan bahwa hingga 31 Agustus 2025 (Minggu ke-11), progres pengerjaan mencapai 54,6 persen, lebih cepat dari target yang ditetapkan sebesar 39,1 persen.
“Kami mengalami deviasi positif sebesar 14,8 persen. Targetnya, overlay terakhir akan selesai pada minggu depan,” ujar Ihasan.
Pengerjaan dilakukan bertahap dengan memperhatikan kepadatan lalu lintas, kondisi suhu lingkungan, serta spesifikasi teknis material dan alat berat.
“Pekerjaan menyesuaikan dengan spek, kepadatan lalu lintas, dan cuaca agar hasil optimal,” tambahnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










