BLORA, Harianmuria.com – Pembangunan Embung Karangjati di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ditargetkan selesai pada 28 November 2025. Hingga awal September, progres pembangunan baru mencapai 8,8 persen.
Pembangunan embung tersebut murni dibiayai oleh APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2025, dengan nilai proyek sekitar Rp8,5 miliar dan masa pengerjaan selama 145 hari kalender.
“Per 7 September 2025, progres fisik 8,8 persen. Targetnya rampung sesuai akhir kontrak, yakni 28 November 2025,” ungkap Henggar Budi Anggoro, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Provinsi Jawa Tengah, Senin, 8 September 2025.
Dukung Irigasi 40 Hektare Lahan
Proyek strategis ini akan membangun embung seluas 5 hektare, yang diproyeksikan mampu mengairi lahan pertanian hingga 40 hektare. Dengan keberadaan embung ini, petani yang sebelumnya hanya panen sekali dalam setahun, diharapkan bisa panen hingga tiga kali dalam setahun.
“Lahan yang dibutuhkan sekitar 5 hektare, termasuk kolam embung dan area disposal dari timbunan galian,” jelas Henggar.
Baca juga: Embung Karangjati Masuk Proyek Strategis Nasional, Solusi Banjir dan Air Baku Blora
Setelah pembangunan selesai, pengelolaan embung akan tetap berada di bawah tanggung jawab Dinas Pusdataru Jateng, hingga ada proses hibah resmi ke Pemkab Blora.
“Selama belum dihibahkan, tanggung jawab pengelolaan masih ada di Dinas Pusdataru,” katanya.
Saat ini, baru didirikan kantor direksi untuk pelaksana proyek. Terkait lalu lintas kendaraan proyek yang keluar-masuk desa, Henggar menegaskan bahwa tidak ada kompensasi kepada masyarakat. Hal ini telah disampaikan dalam proses sosialisasi awal sebelum pengerjaan dimulai.
Embung Karangjati Masuk PSN
Sebelumnya, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora, Surat, menjelaskan bahwa Embung Karangjati juga masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 79.
Selain mendukung pertanian, embung ini juga berfungsi sebagai bagian dari upaya penanganan banjir di kawasan perkotaan Blora. “Embung ini diproyeksikan bisa menampung air hingga 30.000–40.000 meter kubik, sekaligus mendukung irigasi dan pengendalian banjir,” jelasnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










