KAB. SEMARANG, Harianmuria.com – Exit Tol Tamansari, yang rencananya akan dibangun di lahan antara Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga, sudah hampir menyelesaikan administrasi.
Pembangunan Exit Tol Tamansari tinggal menunggu lahan pengganti Tanah Kas Desa (TKD) Desa Pabelan, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang. Saat ini proses administrasi telah mencapai 98 persen.
“Secara administrasi sudah 98 persen, karena lahan yang terkena pembangunan Exit Tol Tamansari ini adalah Tanah Kas Desa, yang selama ini dikelola desa untuk dijadikan lahan pertanian dan perkiosan untuk warga masyarakat,” kata Kepala Desa Pabelan Abdul Aziz, Selasa (22/4).
Menurutnya, sedari awal proses sejak diadakannya musyawarah desa (musdes) antara perangkat daerah dan warga masyarakat, tidak ditemui kendala apapun. Secara prinsip tidak ada warga yang menolak
“Semua warga di Desa Pabelan ini setuju dengan dibangunnya Exit Tol Tamansari ini. Proses administrasi selanjutnya saat ini adalah mencari lahan pengganti dari lahan desa yang terkena imbas dari pembangunan exit tol ini,” ungkap Aziz.
Aziz mengungkapkan, jika Exit Tol Tamansari ini selesai dibangun akan membawa banyak dampak positif bagi warga masyarakat Pabelan.
“Dampak positif bagi perekonomian warga pasti akan naik, karena selama ini wilayah Pabelan tidak begitu ramai. Warga berharap adanya Exit Tol Tamansari ini nanti bisa menunjang roda perekonomian di Desa dan Kecamatan Pabelan,” terangnya.
Tidak hanya menunjang roda perekonomiam warga Pabelan saja, Aziz meyakini warga di Kecamatan Bringin juga bisa ikut merasakan dampak positif keberadaan Exit Tol Tamansari.
“Kami yakin kalau Exit Tol Tamansari sudah selesai dibangun, akses jalan dan keramaian baik di Pabelan dan Bringin ini akan makin baik ke depan. Karena jujur, dengan dipindahnya lokasi Exit Tol Bawen dari Bawen ke perbatasan Bawen-Ambarawa atau tepatnya di samping Pasar Hewan ini sangat berpengaruh bagi warga disini,” terangnya.
Aziz menuturkan, warga Pabelan dan Bringin akan mengalami kesulitan akses jalan menuju ke Ungaran – ibu kota Kabupaten Semarang – dan ke arah Kota Semarang akibat berpindahnya titik Exit Tol Bawen kelak.
“Ketika titik Exit Tol Bawen nanti dipindah di dekat Pasar Hewan maka kami di Pabelan dan Bringin akan makin jauh, dan kalau lewat Exit Tol Tingkir yang masuk antara Kota Salatiga dengan Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang itu, arus lalu lintasnya juga padat sekali,” bebernya.
“Artinya kalau Exit Tol Tamansari ini selesai dibangun, dampak positifnya akan banyak bagi warga Kabupaten Semarang pada umumnya,” sambung Aziz.
Baca juga: Pembangunan Exit Tol Tamansari Salatiga, Tunggu Pembebasan Lahan di Pabelan
Ia meyakini proses administrasi Exit Tol Tamansari tidak akan menemui kendala apapun. Izin Gubernur Jateng sudah turun, antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga juga tidak ada masalah, dari desa pun sudah selesai semua.
“Kami harap pengerjaannya bisa cepat waktu saja. Karena proses administrasi tinggal 2 persen, ini hanya tinggal mencari lahan penggati TKD kami, dan harus ada di Desa Pabelan untuk pembayaran guna disiapkan pembelian lahan penggantinya,” papar Aziz.
Jika melihat kondisi di sekitar lokasi rencana dibangunnya Exit Tol Tamansari ini terdapat banyak kios yang dikelola desa untuk warga masyarakat. Namun Aziz menegaskan kios-kios usaha warga ini tidak akan berdampak signifikan.
“Kios-kios ini dikelola oleh desa karena berdiri di TKD, dan penyewanya adalah warga masyarakat. Jumlah total kios ada 60, tapi tidak terisi semuanya, hanya 50 sampai 51 persen terisi. Artinya masih banyak yang kios yang kosong,” jelasnya.
Ia menambahkan, kios-kios yang terdampak hanya 21-30 unit saja. Kios-kios yang disewa warga itu akan digeser ke kios yang kosong yang tidak terkena dampak pembangunan Exit Tol Tamansari.
Aziz menjelaskan, total luasan TKD Pabelan yang terkena imbas pembangunan Exit Tol Tamansari kurang lebih 629 meter persegi, dengan posisi Exit Tol Tamansari masuk wilayah Kabupaten Semarang, dan untuk akses masuk Gerbang Tol Tamansari itu nanti masuk wilayah Kota Salatiga.
(HESTY IMANIAR – Harianmuria.com)










