BLORA, Harianmuria.com – Pembangunan Embung Karangjati di Kabupaten Blora kini memasuki fase kritis. Dengan tenggat kontrak tinggal 10 hari, progres pekerjaan baru mencapai 78 persen.
Meski demikian, pihak kontraktor tetap optimistis pembangunan dapat selesai 100 persen pada 28 November 2025.
Kontraktor proyek, Ali, menyampaikan bahwa capaian progres minggu ke-19 masih berada di angka 78 persen. Kendala utama yang dihadapi adalah cuaca tidak menentu, terutama hujan yang kerap turun pada sore hingga malam hari.
“Progres minggu ke-19 ini masuk 78 persen. Kendala cuaca tetap kami kejar dengan lembur saat cuaca cerah,” ujarnya, Selasa, 18 November 2025.
Namun Ali menambahkan bahwa hujan lebat dalam 10 hari ke depan sangat berpotensi menyebabkan keterlambatan sekitar 5–7 hari.
Risiko Denda Jika Terlambat
Jika pekerjaan terlambat, kontraktor akan dikenakan denda penalti sebesar 1/1000 dari nilai kontrak. Dengan nilai kontrak sekitar Rp8,4 miliar, denda yang harus dibayar diperkirakan mencapai Rp8 jutaan per hari.
“Keterlambatan itu 1 per 1000 dari nilai kontrak. Jadi risiko dendanya sekitar Rp8 juta,” jelas Ali.
Sisa pekerjaan mayoritas berada pada pembangunan pagar keliling embung, pagar BRC, tiang, besi UNP, hingga pemasangan kawat berduri. Secara keseluruhan, progres komponen ini baru sekitar 10 persen.
Meski begitu, Ali memastikan produksi material telah dikerjakan oleh supplyer sesuai jadwal pre-order (PO). “Untuk pekerjaan pagar, pintu air, dan kawat duri, produksi di supplyer sudah 70 persen. Barang tinggal kirim dan pasang,” katanya.
Faktor Cuaca Jadi Penentu Utama
Kontraktor menegaskan bahwa ketersediaan material aman. Faktor cuaca menjadi satu-satunya tantangan terbesar di akhir masa pengerjaan.
“Kalau tidak ada hujan selama 10 hari terakhir, proyek bisa selesai sesuai target,” tambah Ali.
Informasi Proyek Embung Karangjati
Embung Karangjati dibangun di atas lahan seluas 5 hektare, terdiri dari dua kolam dan area disposal. Proyek ini didanai penuh oleh APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2025, dengan nilai sekitar Rp8,5 miliar dan durasi kerja 145 hari.
Setelah selesai, pengelolaan Embung Karangjati menjadi tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jateng, selama belum ada proses hibah.
Embung Karangjari diharapkan dapat mengairi lahan seluas kurang lebih 40 hektare, sekaligus menjadi solusi penanganan banjir di wilayah kota di Kabupaten Blora.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










