KAB. SEMARANG, Harianmuria.com – Konflik dualisme yang sempat mencuat di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) saat Muktamar X 2025 di Kawasan Ancol, Jakarta, akhirnya berakhir setelah pemerintah menetapkan kepengurusan resmi partai berlambang Ka’bah tersebut.
Mardiono Resmi Pimpin DPP PPP 2025–2030
Pada Senin sore, 6 Oktober 2025, Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas menerbitkan Surat Keputusan yang mengesahkan kepengurusan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PPP periode 2025–2030, yang menyatukan kubu Mardiono dan Agus Suparmanto.
SK tersebut menetapkan Mardiono sebagai Ketua Umum, Agus Suparmanto sebagai Wakil Ketua Umum, dan Taj Yasin Maimoen sebagai Sekretaris Jenderal. Kepastian ini mengakhiri perselisihan internal yang terjadi selama Muktamar dan menjadi titik baru bagi partai untuk melakukan konsolidasi nasional.
DPC PPP Kabupaten Semarang Sambut Positif Islah
Sekretaris DPC PPP Kabupaten Semarang, Zaenudin, menyambut baik keputusan tersebut. Ia menyebut hasil rekonsiliasi menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat kader di semua tingkatan.
“Kami menyambut baik hasil islah ini. Semoga kepemimpinan baru bisa membawa PPP kembali ke jalur kemenangan dan memenuhi target besar pada Pemilu 2029,” ujar Zaenudin.
Menurutnya, target utama PPP ke depan adalah “come back” ke Senayan, mengingat pada Pemilu sebelumnya tidak ada perwakilan PPP yang duduk di DPR RI.
Baca juga: DPC PPP Kabupaten Semarang Tolak Klaim Mardiono, Tegaskan Agus Suparmanto Ketum Sah
Fokus Konsolidasi dan Kebangkitan PPP
Zaenudin menegaskan, dengan berakhirnya dualisme, partai kini bisa fokus melakukan konsolidasi hingga tingkat daerah.
“Kami sudah lelah dengan konflik internal. Kini saatnya bersatu untuk menggerakkan mesin partai dari pusat hingga daerah agar solid menghadapi Pemilu 2029,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya figur Taj Yasin Maimoen sebagai Sekjen yang dianggap mampu menyatukan basis Nahdlatul Ulama (NU) dan memperkuat identitas keislaman PPP.
“Kami bangga karena aspirasi kader di Jawa Tengah terwujud. Gus Yasin adalah representasi ulama dan generasi muda NU. Ini energi baru bagi kami,” tambahnya.
DPC PPP Kabupaten Semarang berharap kepemimpinan Mardiono, Agus Suparmanto, dan Taj Yasin dapat mengembalikan marwah PPP sebagai partai umat Islam yang moderat dan berpengaruh.
“Dengan kombinasi tiga figur ini, representasi elemen umat di PPP sudah lengkap, sesuai dengan semangat awal pendirian PPP pada 5 Januari 1973,” tutup Zaenudin.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki










