Jumat, Januari 9, 2026
  • Box Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kerjasama & Iklan
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
No Result
View All Result

Beranda - News - Potret Kerukunan Beragama di Pati, Masjid dan Gereja Disatukan Kanopi

Potret Kerukunan Beragama di Pati, Masjid dan Gereja Disatukan Kanopi

Sekar Sari by Sekar Sari
28 Maret 2023 14:36
in News, Umum
0 0
Masjid dan Gereja yang disatukan kanopi. (Istimewa/Harianmuria.com)

Masjid dan Gereja yang disatukan kanopi. (Istimewa/Harianmuria.com)

Share on FacebookShare on WatsApp

PATI, Harianmuria.com – Hanya di Desa Winong Kecamatan Kota Pati dapat dijumpai potret kerukunan beragama yang memperlihatkan bangunan masjid seolah bersatu dengan gereja.

Masjid Al-Muqorrobin yang terletak di Jalan Kolonel Sunandar, RW III, Desa Winong Kecamatan Kota itu berhadap-hadapan langsung dengan Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI). Kedua bangunan itu sepintas nampak bersatu lantaran adanya kanopi di tengah-tengah. Sementara di bawah kanopi merupakan jalan pemukiman warga setempat.

Pendeta Gereja GKMI Winong, Didik Hartono mengatakan bangunan masjid dan gereja ini cukup unik dan menarik di tengah keberagamaan yang ada di Indonesia.

“Di tengah keberagamaan yang ada, gereja berhadapan langsung dengan masjid di Desa Winong Kecamatan Kota,” kata Didik, Senin (27/3).

Menurut Didik, lokasi pembangunan masjid dan gereja yang berdampingan itu sama sekali tidak direncanakan. Gereja tersebut sudah berdiri sejak 1991, sedangkan masjid Al-Muqorrobin baru dibangun sekitar 2002 lalu.

“Saya mulai tugas tahun 2004, gereja dibangun tahun 1991, masjid ini dibangun sejak tahun 2001, jadi gereja ini_baru masjid dibangun. Jadi waktu itu masjid adalah bagian perumahan, perumahan itu dulu SMP yang kemudian dijual, selanjutnya di antara penduduk masyarakat merasa baik jika ada tempat ibadah, di sini belum ada masjid dan dibangun masjid. Dan proses mendapatkan tanah di dekat gereja, antara masjid dan gereja,” ungkapnya.

Meski bangunan masjid dan gereja saling berhadapan, namun kehidupan umat muslim dan kristiani di Desa Winong tetap harmonis.

“Bersama dengan takmir kami menjalin hubungan dengan baik. Setiap hari kita ngobrol baik. Secara umat selama ini setidaknya dua puluh tahun, kita bisa saling menghormati satu dengan yang lainnya, kalau ada kegiatan kadang kala itu bersamaan. Kuncinya komunikasi, kita komunikasi bersama-sama diatur bersama,” terang Didik.

Terkait keberadaan kanopi yang ‘menghubungkan’ masjid dan gereja sudah ada sekitar 8 tahun belakangan. Selama itu, terdapat berbagai cerita tentang kerukunan dan persatuan umat muslim dan kristen. Misalnya perayaan Idul Fitri yang kebetulan jatuh pada hari Minggu bersamaan dengan kebaktian. Pihak gereja dengan sengaja mengundurkan  waktu pelaksanaan ibadah kebaktian.

“Misalkan saja tahun lalu, Idul Fitri bersamaan di hari Minggu, kita biasanya kebaktian hari Minggu jam 7, sementara salat Id di jam bersama, akhirnya kebaktian diundur jam 9, sehingga selesai salat Idul Fitri baru kami mengadakan kebaktian,” kata Didik.

Menurutnya, kanopi tersebut menjadi simbol persatuan antara umat muslim dan kristiani di Desa Winong.

“Ada nilai yang kita bangun, dengan kanopi ada yang menyatu antara masjid dan gereja. Ini menjadi simbol persaudaraan dan simbol kebersamaan. Saya sebagai pendeta terus dengungkan seduluran selawase. Bagaimana kita menjadi saudara selamanya, meski ada perbedaan agama tetapi kita sedulur selawase (saudara selamanya), di tengah perbedaan yang ada,” lanjutnya.

Senada, Ketua Takmir Masjid Al-Muqorrobin, Santrimo mengatakan kehidupan umat muslim dan kristiani di Desa Winong saling menghormati. Menurutnya, keberadaan kanopi sangat membantu keduanya. Seperti saat sholat Jumat jemaah masjid bisa menggunakan jalan hingga teras gereja.

“Saat Jumatan itu jalan keramik, biar jumatan bisa di jalan, jalan itu ditutup. Selain juga ada acara sarasehan di situ, kami diundang ke situ semua,” tuturnya.

Trimo yang juga Kepala KUA Pati ini pun berharap kerukunan yang terjalin bisa dipelihara secara langgeng.

“Harapan langgeng terus tidak ada masalah, jangan sampai orang-orang tidak baik yang mengganggu,” ujarnya.

Desa Winong sendiri kini telah dinobatkan sebagai Kampung Moderasi Beragama (KMB) melalui surat keputusan (SK) Kepala KUA Kecamatan Pati No. 0190 tahun 2023.

Potret Kerukunan Beragama di Pati, Masjid dan Gereja Disatukan Kanopi | Harianmuria
Potret kerukunan beragama di Desa Winong, Kecamatan Kota Pati. (Istimewa/Harianmuria.com)

Kepala KUA Kecamatan Kota Pati, Ahmad Muthoza menyampaikan kampung moderasi beragama desa Winong kecamatan kota Pati ini diinisiasi oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati melalui Penyuluh Agama Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pati dengan dibentuknya kelompok kerja (Pokja) kampung moderasi beragama (KMB). Pokja KMB tersebut diketuai oleh Kepala KUA Kecamatan Pati dan beranggotakan para penyuluh agama Islam serta tokoh berbagai agama di kecamatan kota Pati.

“Pokja ini disiapkan untuk mengantisipasi isu-isu kerukunan yang tiba-tiba muncul dan upaya pembinaan kerukunan umat beragama,” ungkap Thoza. (Lingkar Network | Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Info MuriaInfo PatiKerukunan BeragamaMasjid dan GerejapatiToleransi

Related Posts

Keberhasilan e-parkir di Pasar Sido Makmur mendorong Pemkab Blora menerapkan parkir elektronik di tiga pasar lagi demi meningkatkan PAD hingga Rp10 miliar.
Blora

Sukses di Pasar Sido Makmur, Pemkab Blora Siap Terapkan E-Parkir di 3 Pasar Lagi

9 Januari 2026
Angin kencang menerjang Kecamatan Sidomukti, Salatiga, merusak 10 rumah warga dan 3 warung semi permanen.
Salatiga

Angin Kencang Terjang Sidomukti Salatiga, 10 Rumah dan 3 Warung Rusak

9 Januari 2026
Tagihan listrik sarpras jalan di Blora tembus Rp8,5 miliar sepanjang 2025, efisiensi Pemkab Blora berhasil menghemat anggaran hingga Rp30 juta.
Blora

Tagihan Listrik Sarpras Jalan di Blora Tembus Rp8,5 Miliar, Efisiensi Berhasil Hemat Rp30 Juta

9 Januari 2026
Aksi unik warga adopsi 500 bibit pohon jambu untuk menghijaukan lereng Gunung Merbabu di Getasan, Kabupaten Semarang, demi menjaga kawasan tangkapan air.
Semarang

Unik, Warga Adopsi 500 Bibit Pohon Jambu untuk Hijaukan Lereng Gunung Merbabu

9 Januari 2026
Load More
Next Post
Sosialisasi Aplikasi Saudi Visa Bio. (Istimewa/Harianmuria.com)

Permudah Jemaah Haji, Kemenag Pati Sosialisasikan Aplikasi Saudi Visa Bio

Berita Utama

BPBD Jepara sigap menangani berbagai bencana Desember 2025, mulai pohon tumbang, rumah rusak, hingga evakuasi warga dan hewan berbahaya.
Jepara

BPBD Jepara Gerak Cepat Tangani Serangkaian Kejadian Bencana Selama Desember 2025

15 Desember 2025
BPBD Jepara menyalurkan bantuan logistik kepada warga Desa Tunahan, Kecamatan Keling, yang terdampak angin kencang.
Jepara

BPBD Jepara Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Tunahan

10 Desember 2025
BPBD Jepara menerima bantuan truk tangki 4.000 liter dari pemerintah pusat untuk memperkuat armada penanggulangan bencana, khususnya distribusi air bersih di wilayah rawan kekeringan.
Jepara

BPBD Jepara Terima Truk Tangki 4.000 Liter, Perkuat Armada Penanggulangan Bencana

10 Desember 2025
BPBD Jepara mengirim satu personel untuk membantu penanganan banjir di Sumatra Barat sebagai bentuk dukungan Pemprov Jateng terhadap percepatan pemulihan pascabencana.
Jepara

BPBD Jepara Tugaskan Satu Personel Bantu Penanganan Banjir di Sumatra Barat

9 Desember 2025

Berita Trending

  • Belasan tahun rusak tanpa perbaikan, warga Desa Nglebur, Jiken, Blora swadaya memperbaiki jalan sepanjang 60 meter dengan dana patungan dan gotong royong.

    Belasan Tahun Rusak, Warga Nglebur Blora Swadaya Perbaiki Jalan 60 Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Salah, Begini Cara Bedakan Kartu Keluarga Asli dan Salinan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Kudus Periksa 10 Pegawai Buntut Video Viral Asusila, 2 Orang Dibebastugaskan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wartawan Dilarang Liput Kebakaran Sumur Minyak di Gandu Blora, Warga Blokade Akses Masuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Molor Seminggu, Pencairan Gaji ASN Blora Rp55,5 Miliar Mulai Diproses

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Harianmuria.com

Adalah media online yang menayangkan berita terbaru di Jawa Tengah. Berita yang kami sajikan padat, terpercaya, dan mencakup informasi terkini di wilayah Karesidenan Pati.

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS