REMBANG, Harianmuria.com – Bupati Rembang, Harno, meminta Pertamina untuk mempermudah akses bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite bagi warga yang tinggal di pelosok desa.
Permintaan ini muncul setelah banyak keluhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan pertalite karena jarak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang terlalu jauh dari pemukiman.
Menurut Harno, warga desa terpencil harus menempuh jarak hingga 10 kilometer atau lebih hanya untuk membeli pertalite. Kondisi ini sangat memberatkan, terutama bagi pengguna sepeda motor yang biasanya hanya membutuhkan beberapa liter BBM.
“Untuk membeli pertalite tiga liter saja, warga harus menempuh waktu dan jarak yang cukup jauh. Ini tentu memberatkan,” ujarnya pada Rabu, 13 Agustus 2025.
Bupati Harno menjelaskan bahwa kesulitan akses BBM ini berdampak pada berbagai aktivitas warga, mulai dari bekerja, mengangkut hasil pertanian, hingga kegiatan ekonomi lainnya.
Pertashop Belum Optimal
Ia menambahkan, meski sudah ada keberadaan pertashop di beberapa desa, fasilitas tersebut belum optimal membantu warga karena hanya menyediakan BBM jenis pertamax, bukan pertalite.
“Dulu sudah ada pertashop, tujuannya baik untuk membantu masyarakat yang jauh, tapi ternyata tidak berjalan,” jelasnya.
Berharap Pertamina Evaluasi Distribusi BBM
Harno berharap Pertamina segera mengevaluasi dan memperbaiki pola distribusi BBM di Kabupaten Rembang agar warga yang tinggal jauh dari SPBU bisa memperoleh pertalite dengan lebih mudah.
“Saya minta Pertamina mengevaluasi bagaimana caranya warga yang ada di daerah jauh bisa menikmati pertalite dengan mudah. Masa kebutuhan sedikit harus menempuh 10–15 kilometer,” tegasnya.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki










