BLORA, Harianmuria.com – Empat jembatan di ruas jalan nasional Rembang–Blora–Cepu tengah diremajakan menggunakan anggaran APBN senilai Rp2,86 miliar. Proyek ini dilaksanakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng–DIY, sebagai upaya meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Keempat jembatan yang masuk prioritas pemeliharaan berkala adalah Jembatan Sulang, Jembatan Lusi (Blora), Jembatan Bruk Kembar, dan Jembatan Bengawan Solo B.
“Empat jembatan itu ditangani dalam program pemeliharaan berkala dan ditargetkan selesai pertengahan September 2025,” jelas Arif Agus Setyawan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.6 Provinsi Jawa Tengah, Minggu, 7 September 2025.
Jenis Kerusakan Jembatan
Menurut Arif, kerusakan di empat jembatan tersebut cukup signifikan dan dapat membahayakan jika tidak segera ditangani. Kerusakan itu di antaranya aspal lantai jembatan bergelombang dan berlubang, expansion joint rusak, bearing pad pecah, korosi pada rangka jembatan, dan penurunan oprit jembatan
“Kondisi ini bukan hanya menurunkan kualitas struktur jembatan, tapi juga berpotensi mengganggu keselamatan lalu lintas,” tambahnya.
Pekerjaan pemeliharaan meliputi penggantian perkerasan aspal, expansion joint, marka jalan, bearing pad, pengecatan rangka jembatan, dan pembersihan area jembatan.
17 Jembatan Lain Dapat Perawatan Rutin
Selain empat jembatan prioritas, terdapat 17 jembatan lainnya di ruas yang sama yang mendapatkan anggaran Rp150 juta untuk pemeliharaan rutin. Tujuannya agar evaluasi kondisi jembatan bisa dilakukan setiap tahun.
“Jika nantinya ada anggaran dari APBN, kita bisa usulkan pembangunan duplikat atau jembatan baru dua jalur, seperti Jembatan Mati di Sambong, Blora-Cepu,” kata Arif.
Jembatan Kidangan Diusulkan untuk Pelebaran
Arif juga menyebut bahwa Jembatan Kidangan di Kecamatan Jepon menjadi salah satu jembatan yang diusulkan untuk pelebaran karena tingginya volume kendaraan berat yang melintas.
“Saat ini masih dalam perawatan rutin, tapi sudah kami usulkan untuk penanganan lebih lanjut,” pungkasnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










