PATI, Harianmuria.com – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati menggenjot percepatan program sertifikasi halal untuk makanan dan minuman. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan menerjunkan 167 penyuluh ditambah puluhan petugas pendamping untuk menyukseskan program tersebut.
Informasi tersebut disampaikan Plt Kepala Kemenag Pati Ahmad Syaikhu yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Sertifikat Halal Kabupaten Pati.
“Saya sebagai satgasnya, dengan dibantu penyuluh di lapangan ada 167 orang. Serta ada petugas Pendamping Proses Produk Halal (P3H) yang di lain unsur penyuluh,” kata Ahmad Syaikhu saat ditemui di kantornya pada Senin (31/7/2023).
Ia menyebut, Jawa Tengah pada 2023 ini ditargetkan harus menerbitkan 29.000 sertifikat halal. Maka dari itu, pihaknya mengaku telah mendorong para penyuluh agar lebih aktif mendekati pelaku UMKM sebagai langkah percepatan.
“Saat ini setiap kabupaten, termasuk Kabupaten Pati sudah melakukan percepatan. Kemarin petugas pendamping dari unsur penyuluh agama Islam itu sudah kami kumpulkan di Aula Kemenag untuk kita motivasi dan dorong agar melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM sebagai sarana jemput bola,” jelasnya.
Syaikhu menyebut, di akhir Agustus nanti, pihaknya memfokuskan semua kantin yang ada di RA, MI, MTs, dan Aliyah sebanyak 640 unit, produknya bisa bersertifikat halal.
“Jadi semua hampir 2.000, ditambah dari sekolah keagamaan seperti TPQ, Madin, terus pondok pesantren agar bisa bersertifikat halal (kantinnya, red),” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan alasan percepatan sertifikat halal karena berdasar pada Peraturan Presiden disebutkan sampai 17 Oktober 2024 semua produk makanan dan minuman harus mengantongi sertifikat halal. Apabila tidak, maka pelaku usaha akan mendapatkan sanksi.
“Selama ini, persyaratan saya rasa bisa dipenuhi dengan mudah dan untuk pendaftaran saat ini masih gratis. Maka kita dorong, sebab sertifikasi halal sangat urgen kebutuhannya,” tegasnya. (Lingkar Network | Khairul Mishbah – Harianmuria.com)










