SEMARANG, Harianmuria.com – Kebakaran sumur minyak rakyat ilegal di Dusun Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, akhirnya berhasil dipadamkan pada Sabtu malam, 23 Agustus 2025, setelah hampir tujuh hari berkobar.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah, Agus Sugiharto, menyatakan bahwa sumur minyak tersebut akan ditutup secara permanen menggunakan metode cementing, sebagai langkah antisipasi agar tidak membahayakan masyarakat di masa mendatang.
“Secara teknis, Pertamina berencana melakukan cementing pada sumur. Tim teknis sudah memastikan lokasi aman, tinggal ditutup permanen,” jelas Agus, Rabu, 27 Agustus 2025.
Ia menambahkan, saat ini tim teknis Pertamina masih melakukan pemantauan di lokasi untuk memastikan tidak ada lagi minyak maupun gas yang keluar dari lubang sumur.
Baca juga: 7 Hari Berkobar, Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Blora Akhirnya Padam
Cukong Sumur Minyak Ilegal Diburu
Sementara itu, aparat dari Polres Blora masih menyelidiki praktik pengeboran ilegal tersebut. Sejumlah warga telah dimintai keterangan, dan penyelidikan kini mengarah pada dugaan adanya cukong atau pihak penyokong aktivitas ilegal itu.
“Polres sudah turun ke lokasi. Tinggal mencari cukong-cukong yang harus diberhentikan. Mengenai hasil minyak dijual kemana, kami belum tahu, yang jelas tidak ke Pertamina,” tutur Agus.
Ratusan Warga Masih Mengungsi
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Jateng, Muhammad Chomsul, menyebut bahwa pihaknya terus memasang caping (penutup) di sumur guna mengurangi tekanan gas, yang masih berpotensi menimbulkan ledakan atau kebakaran susulan.
Hingga kini, 750 jiwa warga terdampak masih berada di posko pengungsian, menunggu situasi benar-benar aman. Fasilitas darurat seperti dapur umum, posko kesehatan, logistik, hingga sekolah sementara masih terus disiagakan untuk mendukung kebutuhan para pengungsi.
“Kami belum bisa memulangkan warga sebelum tekanan gas dinyatakan stabil dan lokasi betul-betul aman,” ujar Chomsul.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki










