BLORA, Harianmuria.com – Ratusan warga Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Blora, masih bertahan di lokasi pengungsian meski api dari sumur minyak yang terbakar telah berhasil dipadamkan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora menyatakan kondisi lapangan belum dipastikan aman bagi warga untuk kembali.
Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Blora, Agung Triyono, menegaskan bahwa warga belum diperbolehkan kembali ke permukiman mereka maupun melakukan aktivitas di sekitar lokasi semburan gas.
“Pengungsi belum boleh kembali. Sampai kapan juga belum tahu, karena tim masih terus bekerja melakukan pemantauan,” ujar Agung, Minggu, 24 Agustus 2025.
Pemantauan dan Persiapan Penutupan Sumur
Agung menjelaskan, tim gabungan BPBD se-Muria Raya telah ditarik kembali setelah api berhasil dipadamkan. Saat ini, fokus penanganan difokuskan pada pemantauan dan perataan tanggul menggunakan tiga alat berat ekskavator milik DPUPR Blora.
“Saat ini sedang disiapkan sarana prasarana dan personel untuk kegiatan penutupan sumur. Koordinasi dilakukan dengan pihak terkait. Tim pemadam kebakaran tetap disiagakan di lokasi untuk memantau tekanan semburan gas,” jelasnya.
Baca juga: 7 Hari Berkobar, Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Blora Akhirnya Padam
750 Warga Terdampak, Logistik Dapur Umum Aman
Menurut data BPBD, sebanyak 300 kepala keluarga (KK) atau sekitar 750 jiwa terdampak peristiwa ini. Sebagian besar pengungsi saat ini tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara.
Sementara dapur umum yang didirikan oleh BPBD dan Tagana Dinsos P3A Blora masih mampu memenuhi kebutuhan logistik dalam 2–3 hari ke depan. “Stok makanan di dapur umum masih mencukupi untuk dua hingga tiga hari ke depan,” ujar Agung.
Api Padam, Warga Tetap Diminta Waspada
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kebakaran sumur minyak di Desa Gandu berhasil dipadamkan tim gabungan pada Sabtu petang, 23 Agustus 2025. Namun, pemantauan masih terus dilakukan guna memastikan lokasi benar-benar aman.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










