BLORA, Harianmuria.com – Wakapolda Jawa Tengah, Brigjen Pol Latif Usman, menegaskan pengawasan ketat terhadap 4.000 sumur minyak milik masyarakat di Kabupaten Blora. Langkah ini menyusul ledakan sumur yang yang menewaskan tiga dari lima korban, sehingga menimbulkan kekhawatiran keselamatan warga.
“Informasi dari Bupati menyebut ada yang sudah mengajukan rekomendasi izin. Dari 4.000 sumur, semuanya harus diawasi ketat oleh pihak berkompeten, terutama ESDM,” ujar Brigjen Latif saat meninjau lokasi kebakaran sumur minyak di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Blora, Rabu, 20 Agustus 2025.
Ia menambahkan, Kapolres dan Dandim telah menurunkan personel bersama kepala desa untuk mengawasi aktivitas pengeboran minyak masyarakat, yang umumnya dilakukan secara mandiri dan tanpa pengawasan resmi.
“Ini sangat membahayakan masyarakat sekitar. Keselamatan harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Polri Fokus Edukasi dan Penertiban
Wakapolda menekankan pentingnya edukasi kepada warga terkait risiko operasional sumur minyak ilegal, termasuk ancaman pidana bagi yang memaksakan diri beroperasi. “
“Kami mengutamakan edukasi. Jika masih ngeyel, tindakan hukum akan kami terapkan,” jelasnya.
Baca juga: Polres Blora akan Tertibkan Sumur Minyak Ilegal, 1 Balita Jadi Korban Kebakaran
Bupati Minta ESDM Perketat Izin Operasional Sumur
Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman meminta Kementerian ESDM memperketat persyaratan operasional sumur minyak masyarakat.
“Sumur rakyat berbeda dengan sumur tua yang izinnya jelas. Persyaratan harus diperketat agar ada kepala sumur yang menguasai teknis operasional,” katanya.
Setelah peninjauan lapangan, Bupati Arief menginstruksikan penutupan sumur-sumur minyak ilegal di Blora dan menyerahkan proses verifikasi kepada Kementerian ESDM.
“ESDM memiliki standar. Tugas kami adalah mengidentifikasi dan mengusulkan, sementara persetujuan operasional tetap melalui tahapan kementerian,” imbuhnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










