PEKALONGAN, Harianmuria.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan mendorong keberlanjutan program penataan kawasan permukiman kumuh melalui usulan resmi kepada Kantor Staf Presiden (KSP).
Usulan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekalongan, Nur Priyantomo, saat menerima kunjungan kerja Tim KSP bersama Kementerian ATR/BPN di Kampung Bugisan dan Clumprit, Rabu, 20 Agustus 2025.
Nur Priyantomo menjelaskan, program penataan di Kampung Bugisan pada 2024 dan Clumprit pada 2025 berhasil mengubah wajah kawasan kumuh. Karena itu, Pemkot Pekalongan mengusulkan replikasi program ke wilayah lain, seperti Kelurahan Padukuhan Kraton dan Tirto, bahkan diperluas ke daerah tetangga.
“Kami mengusulkan agar penataan serupa dilakukan di wilayah lain yang memiliki kondisi permasalahan sama. Kalau bisa, direplikasi hingga ke daerah tetangga,” kata Nur Pri.
Tak Hanya Bangun Fisik, tapi Juga Pemberdayaan
Nur Pri menekankan bahwa keberhasilan program Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (PPKT) mendapat apresiasi dari KSP dan Kementerian ATR/BPN, sehingga layak dijadikan proyek percontohan nasional. Namun, ia menegaskan penataan tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata.
“Kami berharap ada keberlanjutan, bukan hanya fisik selesai, tapi juga menyentuh pemberdayaan, pendidikan, dan sosial ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Pemkot Pekalongan juga mengusulkan pendampingan ilmu dan pendanaan setelah proyek fisik selesai agar ekonomi warga setempat bisa berkembang. Keberhasilan program ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, mulai dari dinas, perguruan tinggi, BUMN, BUMD, perbankan, hingga tokoh masyarakat.
KSP Apresiasi Partisipasi Aktif Warga
Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Deputi IV KSP, Ida Bagus Made Putra Jandhana, menilai keberhasilan program di Kampung Bugisan bukan hanya pada hasil fisik, melainkan juga pada partisipasi aktif masyarakat.
“Yang lebih penting dari progress fisik adalah partisipasi masyarakat. Mereka sudah teredukasi, saling memberdayakan, dari camat, RT, hingga warga. Itu jarang ada di daerah lain,” ungkapnya.
Ida Bagus menegaskan KSP akan terus mengawal agar program ini mendapat prioritas anggaran dan bisa berlanjut.
“Masyarakat dan pemerintah harus aktif memastikan program ini mendapat prioritas anggaran. Tinggal sama-sama berikhtiar dan berdoa agar semuanya dilancarkan,” pungkas Ida Bagus.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki










