Rabu, Januari 7, 2026
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kerjasama & Iklan
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Harianmuria.com
No Result
View All Result

Beranda - News - Pemkab Semarang akan Ubah 2 Kawasan Prostitusi Jadi Sentra UMKM

Pemkab Semarang akan Ubah 2 Kawasan Prostitusi Jadi Sentra UMKM

Basuki Rahardjo by Basuki Rahardjo
06 Maret 2025 07:18
in News, Semarang, Seputar Jateng, Umum
0 0
Kawasan prostitusi Tegalpanas di Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. (Hesty Imaniar/Harianmuria.com)

Kawasan prostitusi Tegalpanas di Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. (Hesty Imaniar/Harianmuria.com)

Share on FacebookShare on WatsApp

KAB.SEMARANG, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang berencana untuk menata ulang dua kawasan prostitusi, yaitu Tegalpanas di Kecamatan Bergas dan Gembol di Kecamatan Bawen.

Penataan ulang dua kawasan prostitusi itu rencananya akan dimulai pada tahun 2025 ini, dan ditargetkan rampung pada tahun 2026.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan, rencana penataan ulang kawasan Tegalpanas dan Gembol itu sudah mencuat sejak lama.

“Ya sebenarnya sudah direncanakan sejak lama, termasuk ada di visi misi saya dulu waktu menjadi Wakil Bupati dari Bapak Mundjirin, juga masuk visi misi saya saat menjadi Bupati Semarang bersama Pak Basari, rencana itu sudah muncul,” ungkapnya, Rabu (5/3/2025).

Menurut Ngesti, rencana penataan dua kawasan prostitusi itu batal terealiasi karena terkendala pandemi Covid-19.

“Setelah pandemi, rencana ini mundur lagi. Sebab, selain kita fokus pada pemulihan perekonomian warga, waktunya juga mendekati Pemilu 2024 kemarin,” ujarnya.

Ngesti menuturkan, Pemkab Semarang saat ini kembali menggulirkan rencana program penataan ulang kawasan Tegalpanas dan Gembol untuk mengubah citra dua kawasan itu.

“Selain mengubah citra dari dua lokasi di Kabupaten Semarang ini, yaitu Tegalpanas dan Gembol, Pemkab juga ingin menjadikan dua lokasi ini sebagai kawasan penggerak perekonomian masyarakat,” tandasnya.

Menurutnya, baik kawasan Tegalpanas maupun Gembol rencananya akan dijadikan lokasi sentra UMKM Kabupaten Semarang, dan juga sentra kos-kosan.

“Kami sudah diskusikan bersama antarinstansi, kami juga sudah ada kajiannya. Harapan kita nantinya Tegalpanas dan Gembol ini bisa jadi sentra UMKM, sentra kos-kosan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat,” bebernya.

Ngesti menambahkan, dua kawasan tersebut berdekatan dengan dua rumah sakit besar di wilayah Bergas dan Bawen. Selain itu, Bergas dan Bawen juga merupakan kawasan industri yang sangat besar di Kabupaten Semarang.

Tegalpanas dan Gembol ini memang berada di kawasan yang strategis jika dikembangkan menjadi kawasan penggerak perekonomian masyarakat. Lokasi keduanya berdekatan dengan jalan besar atau jalan utama Semarang-Solo, juga terdapat rumah sakit serta industri yang melimpah.

Oleh karena itu, selain untuk menghapus stigma negatif sebagai kawasan prostitusi, penataan dua lokasi ini juga diharapkan dapat mendorong perekonomian lokal, serta mendukung percepatan pengentasan angka kemiskinan di wilayah tersebut.

“Jadi bahasa kami ialah penataan makro yaitu penataan Tegalpanas, yang nanti di dalamnya memang akan kami bedah satu persatu. Dan sebelum memulai proses penataan, kami akan mengajak masyarakat di sana untuk berdialog guna mencapai kesepakatan terbaik antara kedua belah pihak,” papar Bupati Semarang dua periode itu.

Penataan ulang kawasan Tegalpanas dan Gembol ini akan menjadi bagian dari langkah besar Pemkab Semarang dalam menciptakan penataan kota, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan produktif bagi warga di Kabupaten Semarang.

Pihak legislatif mendukung rencana tata ulang kawasan Tegalpanas dan Gembol. Menurut Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening, penataan itu menjadi upaya nyata untuk membebaskan dua kawasan tersebut menjadi kawasan bebas prostitusi.

“Menyambut baik rencana penataan Tegalpanas dan Gembol untuk bebas dari prostitusi, meski kami mengingatkan harus direncanakan dengan matang, khususnya soal aktivitas masyarakat di sekitar wilayah Tegalpanas dan Gembol itu,” ungkapnya.

Bondan juga menegaskan, penataan Tegalpanas dan Gembol ini juga harus mengutamakan sisi perekonomian masyarakat di sekitarnya. Dengan demikian, dampak sosial dari penataan ini tidak terlampau dirasakan masyarakat di dua kawasan tersebut.

“Penataan ini harus dilakukan untuk mengurangi kemaksiatan. Namun, perekonomian warga di dua kawasan ini juga harus dibantu dan disiapkan betul-betul oleh Pemkab supaya tidak ada dampak sosial yang muncul dari adanya penataan ini,” urainya.

Bondan menjelaskan, penataan yang ideal untuk kawasan Tegalpanas dan Gembol adalah ditata sebagai kawasan aktivitas ekonomi, seperti kawasan UMKM.

“Kawasan itu ditata menjadi daerah penggerak ekonomi, sehingga masyarakat di Tegalpanas dan Gembol ini menjadi pelaku-pelaku usaha ke depannya. Dan butuh berapa lamanya untuk mengubah stigma dua lokasi ini, ya tinggal kita lihat dari keseriusan Pemkab,” ungkapnya.

Bondan memperkirakan, upaya untuk mengubag stigma dari kawasan prostitusi menjadi kawasan penggerak ekonomi dibutuhkan waktu antara tiga sampai enam bulan.

“Karena yang sulit itu adalah menyiapkan skenario setelah penutupan kawasan prostitusi di Tegalpanas dan Gembol ini. Berbagai kajian, perencanaan, dan sosialisasi harus dilakukan oleh Pemkab Semarang,” pungkasnya.

(HESTY IMANIAR – Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: GembolInfo Semarangkawasan ekonomiPemkab Semarangsentra UMKMTegalpanastempat prostitusi

Related Posts

Dinkes Kota Semarang menargetkan 1,5 juta warga mengikuti Cek Kesehatan Gratis 2026 guna mencapai cakupan 80 persen sesuai arahan Kementerian Kesehatan.
Semarang

Dinkes Kota Semarang Kejar Target 1,5 Juta Warga Ikuti Cek Kesehatan Gratis 2026

7 Januari 2026
Gudang mebel PT Pijar Sukma di Tahunan Jepara terbakar pada Selasa sore (6/1/2026), kerugian material ditaksir mencapai Rp20 miliar.
Jepara

Gudang Mebel PT Pijar Sukma Jepara Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp20 Miliar

7 Januari 2026
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengapresiasi 7 tahun eksistensi Pasar Kaget Tugu Tani Desa Sendangdawung yang mampu bertahan dan mendukung ekonomi warga.
Kendal

7 Tahun Bertahan, Bupati Kendal Puji Eksistensi Pasar Kaget Tugu Tani

7 Januari 2026
Kunjungan wisata Rembang 2025 tembus 2,8 juta wisatawan dan konsisten masuk 10 besar Jawa Tengah.
Rembang

Kunjungan Wisata Rembang 2025 Tembus 2,8 Juta, Masuk 10 Besar Jawa Tengah

6 Januari 2026
Load More
Next Post
Penyerahan bantuan kepada Solikhin (66), lansia yang menderita stroke. (Dok. Kodim Jepara/Harianmuria.com)

Program Dompet Peduli Kodim 0719/Jepara Sasar Lansia Penderita Stroke

Berita Utama

BPBD Jepara sigap menangani berbagai bencana Desember 2025, mulai pohon tumbang, rumah rusak, hingga evakuasi warga dan hewan berbahaya.
Jepara

BPBD Jepara Gerak Cepat Tangani Serangkaian Kejadian Bencana Selama Desember 2025

15 Desember 2025
BPBD Jepara menyalurkan bantuan logistik kepada warga Desa Tunahan, Kecamatan Keling, yang terdampak angin kencang.
Jepara

BPBD Jepara Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Tunahan

10 Desember 2025
BPBD Jepara menerima bantuan truk tangki 4.000 liter dari pemerintah pusat untuk memperkuat armada penanggulangan bencana, khususnya distribusi air bersih di wilayah rawan kekeringan.
Jepara

BPBD Jepara Terima Truk Tangki 4.000 Liter, Perkuat Armada Penanggulangan Bencana

10 Desember 2025
BPBD Jepara mengirim satu personel untuk membantu penanganan banjir di Sumatra Barat sebagai bentuk dukungan Pemprov Jateng terhadap percepatan pemulihan pascabencana.
Jepara

BPBD Jepara Tugaskan Satu Personel Bantu Penanganan Banjir di Sumatra Barat

9 Desember 2025
Harianmuria.com

Adalah media online yang menayangkan berita terbaru di Jawa Tengah. Berita yang kami sajikan padat, terpercaya, dan mencakup informasi terkini di wilayah Karesidenan Pati.

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Alamat Kantor
  • Hubungi Kami

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
  • Tim Redaksi

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS