REMBANG, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab Rembang) mengalokasikan anggaran melalui APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025 untuk memperbaiki 12 sekolah yang mengalami kerusakan parah. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen mempercepat peningkatan infrastruktur pendidikan di wilayah Rembang.
Kepala Bidang Sekolah Dasar Dindikpora Rembang, Kapti Prasetyo Aji, menyatakan bahwa sekolah-sekolah yang dipilih berdasarkan kondisi bangunan yang sudah sangat memprihatinkan, bahkan beberapa di antaranya sudah roboh sejak lebih dari setahun lalu.
“Alhamdulillah, kemarin mendapat perhatian dan respons dari bapak-bapak anggota Dewan,” ujarnya, Rabu, 10 September 2025.
Anggaran Rp100–200 Juta per Sekolah
Kapti mengungkapkan bahwa besaran anggaran yang disiapkan berkisar antara Rp100 juta hingga Rp200 juta per sekolah, tergantung tingkat kerusakan. Namun, ia mengakui bahwa pendanaan masih terbatas dan akan dilakukan evaluasi kembali untuk tahun 2026.
“Kami akan melihat kembali skala prioritas mana yang harus ditangani terlebih dahulu,” jelasnya.
Saat ini, Dindikpora masih menunggu evaluasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebelum dana dapat dicairkan melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).
DPRD Rembang Apresiasi Langkah Cepat Pemkab
Anggota Komisi IV DPRD Rembang, Puji Santoso, menyambut baik kebijakan tersebut. Ia menyebut langkah itu sebagai bukti nyata perhatian pemerintah daerah terhadap pendidikan, khususnya bagi sekolah-sekolah yang tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.
“Ada 12 sekolah yang rusak parah, seperti di wilayah Sarang dan Gunungmulyo. Ini bentuk komitmen Pemkab dalam menyediakan sarana pendidikan yang layak,” jelas Puji.
Baca juga: 31 SD dan 14 SMP di Rembang Direvitalisasi, Anggaran Langsung ke Rekening Sekolah
Revitalisasi Sekolah Berjalan Paralel
Selain perbaikan 12 sekolah tersebut, saat ini juga tengah berjalan program revitalisasi sekolah dengan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat. Data Dindikpora menunjukkan sebanyak 14 SD, 3 SMP, dan 1 PAUD sedang dalam proses pembangunan. Sementara itu 17 SD, 11 SMP, dan 3 PAUD lainnya masih dalam tahap persiapan.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki










