PEKALONGAN, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan kembali mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional, dengan meraih Juara Harapan I Mandaya Award 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) RI.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menko PM Muhaimin Iskandar (Cak Imin) kepada Wakil Bupati Pekalongan Sukirman, yang hadir mewakili Bupati Fadia Arafiq, dalam acara penganugerahan di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta Selatan, pada Kamis (16/10/2025).
Penghargaan untuk Pemberdayaan Masyarakat
Mandaya Award merupakan bentuk apresiasi nasional atas komitmen dan kontribusi berbagai pihak dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan sosial.
Tahun 2025, ajang ini diikuti oleh 798 peserta dari 26 provinsi di Indonesia, yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), perguruan tinggi, hingga individu berprestasi dalam pemberdayaan sosial.
Inovasi Digital Kunci Sukses Pemkab Pekalongan
Wakil Bupati Pekalongan, Sukirman, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan ini. Ia menyebut capaian tersebut sebagai bukti keberhasilan Pemkab Pekalongan dalam menerapkan inovasi berbasis digital untuk menekan angka kemiskinan dan mengatasi masalah anak putus sekolah.
“Alhamdulillah, Pemerintah Kabupaten Pekalongan mendapatkan penghargaan dalam kategori memberdayakan masyarakat melalui digitalisasi kemiskinan. Langkah ini mampu menggerakkan potensi masyarakat untuk bersama-sama memperhatikan persoalan kemiskinan,” ujarnya.
Sukirman menambahkan, keberhasilan ini tidak lepas dari arahan dan kepemimpinan Bupati Fadia Arafiq, yang konsisten mendorong program pemberdayaan, pendidikan, serta layanan kesehatan masyarakat.
Mandaya Award, Simbol Perubahan Paradigma
Dalam kesempatan yang sama, Menko PM Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menegaskan bahwa Mandaya Award bukan sekadar penghargaan, melainkan simbol perubahan paradigma dalam pembangunan sosial.
“Mandaya adalah simbol perubahan paradigma, dari bantuan menjadi pemberdayaan, dari program menjadi gerakan, dan dari ide menjadi dampak nyata,” tegas Cak Imin.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki










