KENDAL, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) menyalurkan 2,6 ton beras cadangan pemerintah untuk membantu balita penderita stunting, gizi buruk, dan gizi kurang di Kecamatan Brangsong
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari di Aula UPTD Puskesmas 1 Brangsong, pada Kamis, 23 Oktober 2025.
Sasar 217 Balita di Tujuh Desa
Sebanyak 217 balita dari tujuh desa di Kecamatan Brangsong menerima bantuan ini. Desa penerima meliputi Tosari, Sidorejo, Blorok, Kertomulyo, Penjalin, Sumur, dan Tunggulsari.
“Hari ini kita serahkan bantuan cadangan pangan khusus untuk balita stunting, gizi kurang, dan gizi buruk. Total penerima di Puskesmas ini ada 217 balita,” ujar Bupati Tika.
Bupati berharap, bantuan ini dapat membantu pemenuhan gizi dan asupan pangan bergizi bagi anak-anak yang mengalami stunting atau gizi buruk, khususnya bagi keluarga penerima manfaat yang tergolong rentan secara ekonomi.
“Harapannya kita sengkuyung bareng untuk menekan stunting, baik dari desa, kecamatan, pemerintah kabupaten maupun provinsi. Bantuan ini diharapkan bisa membantu keluarga yang anaknya masih membutuhkan perhatian khusus,” tambahnya.
Bantuan Total 2.625 Kilogram Beras
Kepala Dispertan Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, menjelaskan bahwa bantuan beras ini merupakan bagian dari cadangan pangan pemerintah daerah yang diperuntukkan bagi masyarakat rawan pangan, terutama balita dengan kondisi gizi kurang.
“Untuk wilayah kerja UPTD Puskesmas Brangsong 1, total beras yang disalurkan sebanyak 2.625 kilogram,” terangnya.
Pandu merinci bahwa bantuan disalurkan kepada 217 balita dari tujuh desa di Kecamatan Brangsong, yaitu 11 balita gizi buruk, 126 balita gizi kurang, dan 80 balita terindikasi stunting.
“Untuk balita gizi buruk masing-masing KK mendapatkan 15 kilogram beras. Untuk balita gizi kurang 10 kilogram beras, kemudian balita terindikasi stunting 15 kilogram,” ujarnya.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki










