BLORA, Harianmuria.com – Sepanjang tahun 2024, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora melalui Dinas Perumahan, Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) berhasil merehabilitasi sebanyak 2.497 rumah tidak layak huni (RTLH).
“Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp49,34 miliar, berasal dari berbagai sumber pemerintah hingga sektor swasta,” kata Kepala Bidang Perumahan Permukiman Dinrumkimhub Blora, Denny Adhiharta Setiawan, Jumat, 13 Juni 2025.
Denny mengungkapkan bahwa bantuan berasal dari sembilan pos anggaran, termasuk Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kementerian PUPR, APBD Kabupaten Blora dan APBD Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Sosial, Dana Desa, Baznas Kabupaten dan Provinsi, serta program Corporate Social Responsibility (CSR).
“Dari APBD 2024 Blora, kami rencanakan 172 unit dan terealisasi sebanyak 153 unit, dengan total anggaran sebesar Rp2,316 miliar,” ujarnya.
Rehabilitasi 153 unit RTLH itu tersebar di 42 desa dari 16 kecamatan. Misalnya, di Desa Ngampel, Kecamatan Blora, satu unit RTLH awalnya direncanakan mendapatkan bantuan Rp17,5 juta tetapi terealisasi sebesar Rp27,5 juta melalui Pokir DPRD, sesuai kebutuhan riil warga.
Sementara di Desa Kepoh, Kecamatan Jati, dari rencana awal 30 unit dengan anggaran satuan Rp15 juta, realisasinya mencapai 46 unit dengan total anggaran Rp690 juta.
“Program ini masuk dalam skema P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem),” tambah Denny.
Rincian Sumber Anggaran Rehabilitasi RTLH di Blora 2024:
- APBD Kabupaten Blora: 153 unit, anggaran Rp2,316 miliar
- APBD Provinsi Jawa Tengah: 627 unit, anggaran Rp12,54 miliar
- Kementerian Sosial: 15 unit, anggaran Rp300 juta
- CSR Swasta: 10 unit, anggaran Rp530 juta
- Baznas Kabupaten Blora: 31 unit, anggaran Rp465 juta
- Baznas Provinsi Jawa Tengah: 45 unit, anggaran Rp512 juta
- Program BSPS (Kementerian PUPR): 850 unit, anggaran Rp17 miliar
Program rehabilitasi RTLH ini menjangkau lebih dari 2.400 lokasi di 200 desa dan kecamatan se-Kabupaten Blora. Dengan realisasi anggaran lebih dari Rp49 miliar, Pemkab Blora berharap program ini mampu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.
“Semoga program ini berjalan optimal dan benar-benar bermanfaat bagi warga Blora,” tutup Denny.
(EKO WICAKSONO – Harianmuria.com)










