BLORA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mengajukan permohonan bantuan 97 unit becak listrik kepada Pemerintah Pusat melalui Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin).
Langkah ini bagian dari dukungan daerah terhadap program nasional pengentasan kemiskinan, dengan meningkatkan pendapatan para penarik becak yang hingga kini masih mengandalkan becak kayuh.
Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dinrumkimhub Blora, Sunyoto, menjelaskan bahwa sebagian besar tukang becak di Blora masih mengandalkan becak kayuh konvensional.
“Catatan kami, masih banyak tukang becak yang menggunakan becak konvensional. Kondisi ini membuat produktivitas terbatas, terutama bagi tukang becak yang sudah lanjut usia,” ungkapnya..
97 Penarik Becak Sudah Terdata
Dinrumkimhub Blora telah mendata seluruh penarik becak konvensional di wilayah tersebut, mulai dari Kecamatan Ngawen, Blora Kota, hingga Cepu.
“Total ada 97 masyarakat yang masih mengandalkan becak konvensional sebagai mata pencaharian,” jelas Sunyoto.
Ia menyebutkan bahwa usulan bantuan tersebut kini masih menunggu informasi lanjutan dari pemerintah pusat.
Tujuan Bantuan Becak Listrik
Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), program bantuan becak listrik ini juga diharapkan dapat menghadirkan sarana transportasi ramah lingkungan yang menunjang mobilitas warga dan sektor pariwisata lokal.
“Harapannya dapat mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung program pengentasan kemiskinan,” tambahnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










