BLORA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mulai melaksanakan proyek pembangunan dan perbaikan 41 ruas jalan kabupaten yang dibiayai dari pinjaman daerah senilai Rp205 miliar dari Bank Jateng.
Proses lelang seluruh paket pekerjaan telah selesai, dan para pemenang tender kini mulai bergerak di lapangan. Beberapa proyek bahkan sudah mencapai tahap penyelesaian.
Dana pinjaman sebesar Rp215 miliar yang disepakati antara Pemkab Blora dan Bank Jateng pada Mei 2025 terdiri atas Rp205 miliar untuk peningkatan infrastruktur jalan dan Rp10 miliar untuk manajemen kas daerah. Persetujuan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan kepastian pendanaan bagi proyek prioritas tersebut.
Blora dan Bojonegoro Dominan
Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), Kabupaten Blora mendominasi daftar pemenang tender dengan nilai proyek tertinggi dibanding daerah lain. Dari total 41 kontraktor, 21 perusahaan asal Blora berhasil memenangkan tender dengan total nilai proyek sekitar Rp93,3 miliar atau 45,5 persen dari total keseluruhan.
Di posisi kedua, terdapat Kabupaten Bojonegoro dengan 8 CV (perusahaan komanditer) pemenang proyek senilai Rp35,9 miliar. Kemudian disusul oleh Kabupaten Demak dengan 3 CV senilai Rp15,9 miliar.
Pemenang Tender di 5 Wilayah Lain
Lima wilayah lain juga tercatat meraih proyek, meskipun dengan jumlah pemenang lebih sedikit. Lima wilayah tersebut meliputi Kota Semarang: 2 perusahaan, nilai Rp14,8 miliar; Kabupaten Batang: 2 perusahaan, nilai Rp9,8 miliar; Kabupaten Pati: 2 perusahaan, nilai Rp9,3 miliar; Kota Yogyakarta: 2 perusahaan, nilai Rp9,1 miliar; dan Kabupaten Tuban: 1 perusahaan, nilai Rp2,5 miliar.
Baca juga: Progres Proyek 41 Ruas Jalan di Blora Capai 40 Persen, DPUPR Target Akhir Tahun Rampung
Target Proyek Selesai Akhir Tahun
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora, Nidzamudin Al Hudda, mengungkapkan bahwa progres pembangunan 41 ruas jalan kini telah mencapai sekitar 40 persen.
“Beberapa jalan sudah selesai, namun belum dilakukan serah terima, seperti pengerjaan jalan Giyanti dan Mojorembun. Secara keseluruhan, progres mencapai 40 persen,” jelas Hudda.
Pihaknya menargetkan seluruh proyek dari pinjaman daerah dapat rampung pada akhir Desember 2025 sesuai kontrak yang berlaku.
“Kalau pengerjaan di bulan ini (November) berjalan lancar, pada Desember nanti kami pastikan tidak ada kendala dan semua proyek selesai,” ujarnya optimistis.
Jurnalis: Subekan
Editor: Basuki










