KUDUS, Harianmuria.com – Pembangunan Gedung Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Kudus terus dikebut dan kini sudah mencapai progres 20 persen. Pengerjaan proyek ini ditargetkan selesai sebelum musim penghujan yang berpotensi menghambat konstruksi.
Gedung yang ditujukan sebagai pusat literasi modern ini mulai dibangun sejak 2 Juli 2025. Kontrak kerja pembangunan dijadwalkan selesai pada tanggal 20 Desember 2025, namun diupayakan selesai lebih cepat, yakni pada akhir November 2025.
Dibiayai Dana Hibah Perpusnas Rp10,65 Miliar
Pembangunan ini didanai oleh hibah dari Perpustakaan Nasional RI senilai Rp10,65 miliar, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2025.
“Kalau cuaca mendukung, insyaallah pekerjaan bisa selesai sesuai target. Kami upayakan struktur utama selesai sebelum hujan deras datang,” ujar Andi Raih, penyedia jasa dari CV Mawar Merah.
Andi menyebutkan bahwa 50–90 tenaga kerja dikerahkan, termasuk tim lembur dan tim keselamatan kerja (K3). Para pekerja juga diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) untuk menjamin keselamatan selama proses pembangunan.
Pusat Literasi Modern yang Inklusif
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Kudus, Andrias Wahyu Adi Setiawan, mengungkapkan bahwa gedung baru ini dirancang sebagai pusat literasi inklusif dan representatif bagi seluruh masyarakat Kudus.
“Gedung Arpusda akan dilengkapi front office, ruang baca, ruang perkantoran, hingga ruang teater. Fasilitas lengkap ini ditujukan untuk menunjang literasi dan aktivitas belajar bersama,” jelasnya.
Selain itu, koleksi buku akan ditambah secara bertahap, serta diperlukan dukungan SDM dan sarana penunjang untuk mengoptimalkan operasional perpustakaan.
“Kami ingin Arpusda benar-benar menjadi ruang belajar yang nyaman dan terbuka bagi semua kalangan,” tambahnya.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki










