BLORA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora berkomitmen meningkatkan pemasangan alat Keluarga Berencana (KB). Program pelayanan KB di Blora menunjukkan kemajuan signifikan, sejalan dengan target nasional untuk meningkatkan penggunaan kontrasepsi.
Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora, Edi Widayat, menyampaikan bahwa melalui puskesmas di seluruh kabupaten dan berbagai stakeholders, pihaknya berupaya membangun keluarga sehat dan sejahtera.
“Pemasangan alat KB di Blora bukan hanya soal angka. Kami ingin warga memahami manfaat KB dan bisa mengakses layanan tanpa hambatan,” ujar Edi, Selasa, 23 September 2025.
Tantangan dan Hambatan Layanan KB
Meski capaian sudah cukup baik, Edi mengakui masih ada tantangan, seperti distribusi dan akses layanan, sosialisasi, kepercayaan masyarakat, serta keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas.
“Kendala masih ada. Beberapa desa memiliki jarak cukup jauh ke fasilitas kesehatan. Persepsi keliru tentang efek samping dan kekhawatiran budaya juga menjadi hambatan,” jelasnya.
Langkah Strategis Pemkab Blora
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Pemkab Blora menyiapkan berbagai langkah, termasuk peningkatan sinergi lintas sektoral antar-OPD, pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat untuk menyukseskan penyuluhan KB.
“Program safari pelayanan KB di kecamatan-desa, layanan gratis, penguatan kapasitas klinik, serta monitoring dan evaluasi rutin akan terus kami lakukan,” tambah Edi.
Manfaat Pemasangan KB bagi Keluarga
Edi menekankan bahwa pemasangan KB memberi banyak manfaat, mulai dari penurunan angka stunting, pemenuhan gizi anak, hingga menurunkan angka kematian ibu dan bayi.
“Yang paling penting adalah peningkatan kualitas hidup keluarga, termasuk pendidikan anak, ekonomi rumah tangga, serta kesejahteraan psikologis,” ujar Edi.
Dengan berbagai upaya tersebut, Edi berharap Kabupaten Blora dapat mencapai 100 persen pemasangan alat KB bagi pasangan usia subur.
“Semoga dapat menjadi percontohan provinsi dalam hal pelayanan KB yang inovatif, merata, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tuturnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki











