BLORA, Harianmuria.com – Upaya pemadaman kebakaran sumur minyak ilegal di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, masih terus berlangsung hingga hari keenam, Jumat, 22 Agustus 2025.
Api yang terus menyala memaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dari berbagai wilayah Muria Raya mengerahkan 13 truk tangki air untuk membantu proses pemadaman.
Kepala Pelaksana BPBD Blora, Mulyowati, mengatakan bahwa penanganan kali ini melibatkan kolaborasi lintas kabupaten, seperti BPBD Rembang, Pati, Kudus, Grobogan, dan Jepara.
“Hari ini kami lakukan pemadaman bersama teknisi Pertamina. Total ada 13 tangki air masing-masing berkapasitas 5.000 liter yang dikerahkan dari BPBD se-Muria Raya,” jelas Mulyowati, Jumat, 22 Agustus 2025.
Pasokan Air Kini Lebih Stabil
Mulyowati menambahkan, dukungan dari BPBD lintas kabupaten sangat membantu kelancaran logistik air, mengingat sebelumnya sempat terjadi gangguan pasokan.
“Mudah-mudahan hari ini bisa selesai. Namun setelah api padam, tim tetap harus waspada karena potensi kebocoran masih bisa terjadi,” imbuhnya.
Sementara itu, para warga yang mengungsi belum diperbolehkan pulang hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman. Mobilitas di lokasi juga cukup tinggi karena banyaknya kendaraan besar yang digunakan untuk evakuasi dan pemadaman.
“Saat ini kami berusaha ekstra dengan dukungan teknisi dari Pertamina. Mohon doa dari masyarakat,” ujarnya.
Pertamina Tangani Teknis Pemadaman
Mulyowati menjelaskan bahwa teknis pemadaman sepenuhnya ditangani oleh Pertamina, termasuk pengambilan air dan penyemprotan ke titik api.
“Semua kebutuhan teknis sudah dipersiapkan sejak kemarin. Armada khusus pengangkut air juga sudah disiapkan untuk menjaga suplai tetap lancar,” pungkasnya.
BPBD Grobogan Kirim Tangki dan Personel
Dari Grobogan, Kalak BPBD Wahju Tri Darmawanto membenarkan adanya permintaan bantuan dari Kabupaten Blora. “Kami mengirimkan satu truk tangki air dan tiga personel ke lokasi,” kata Wahju.
Pihaknya juga masih menunggu instruksi lebih lanjut terkait kemungkinan penambahan bantuan logistik atau personel. “Sementara belum ada tambahan. Kami tetap memantau perkembangan dari lokasi kejadian,” ujarnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










