PEKALONGAN, Harianmuria.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan memastikan seluruh pekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Pernyataan tersebut disampaikan Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid (Aaf) saat membuka Focus Group Discussion (FGD) tentang Harmonisasi dan Optimalisasi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Selasa, 2 Desember 2025.
Pekerja SPPG Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
Wali Kota Aaf menegaskan bahwa meskipun mekanisme operasional SPPG tidak melalui Pemkot, seluruh tenaga kerja di program tersebut tetap terlindungi BPJS Ketenagakerjaan.
“Mekanismenya memang tidak lewat Pemkot, tapi semuanya sudah ter-cover. Ini kan menyerap tenaga kerja sangat banyak sekali, apalagi SPPG di Kota Pekalongan ini langsung berjalan dan hampir semuanya terfasilitasi MBG,” ujarnya.
Ia berharap perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan ini nantinya juga dapat diterapkan pada Koperasi Merah Putih dan Sekolah Rakyat yang tengah disiapkan Pemkot.
BPJS Ketenagakerjaan Genjot UCP
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan, Widhi Astri Aprillia Nia, menjelaskan bahwa FGD ini bertujuan mendorong terwujudnya Universal Coverage Protection (UCP) bagi seluruh pekerja di Kota Pekalongan.
“Yang kita capai adalah peningkatan Universal Coverage jaminan sosial ketenagakerjaan. Artinya, bagaimana pekerja-pekerja yang ada di Kota Pekalongan itu bisa terlindungi oleh manfaat BPJS Ketenagakerjaan. Karena efeknya nanti adalah meningkatkan kesejahteraan pekerja itu sendiri,” ujarnya.

Menurut Widhi, sektor pekerja bukan penerima upah (BPU) masih menjadi yang terendah cakupannya, terutama pekerja rentan seperti nelayan, petani, dan lainnya. Namun, untuk tenaga kerja di SPPG, Widhi memastikan seluruhnya telah terlindungi.
“SPPG itu memang kita ada kerja sama dengan BGN Pusat. Pada saat mereka sudah operasional, mereka wajib terlindungi,” tegasnya.
Widhi juga mengungkapkan bahwa risiko kecelakaan kerja di lingkungan SPPG dan relawan MBG cukup tinggi.
“Risikonya cukup besar ya. Dari beberapa kasus kemarin, ada beberapa kecelakaan kerja dari teman-teman yang di SPPG dan relawan-relawan,” pungkasnya.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki










