BLORA, Harianmuria.com – Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Blora mengungkapkan delapan fasilitas unggulan yang akan dibangun dalam pembangunan kembali Pasar Ngawen. Fasilitas ini dirancang untuk meningkatkan kenyamanan pedagang dan keamanan pasar, sekaligus mencegah terulangnya kebakaran seperti yang terjadi pada Januari 2024.
Standar Keamanan dan Keselamatan
Plt Sekretaris Dindagkop UKM Blora, Margo Yuwono, menjelaskan pembangunan pasar dirancang sesuai standar keamanan, keselamatan, dan kenyamanan SNI.
“Pasar Ngawen akan ditata ulang dengan penataan layout jalur evakuasi, sehingga tidak menyulitkan saat keadaan darurat,” ujar Margo, Senin, 1 September 2025.
Fasilitas unggulan termasuk pemasangan alarm kebakaran dan pipa hydrant, pencahayaan memadai, serta sirkulasi udara yang cukup agar pedagang dan pengunjung nyaman bertransaksi.
Sistem Keamanan dan Operasional Modern
Pasar juga akan dilengkapi CCTV di dalam dan luar pasar, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berstandar SNI, serta sistem pengelolaan sampah terpadu.
Tak hanya itu, pembangunan juga menyediakan genset dan tandon torent air sebagai sarana operasional pasar, misalnya saat terjadi pemadaman listrik.
“Genset nantinya bisa digunakan untuk menunjang operasional pasar jika PLN padam,” tambah Margo.
Baca juga: Pembangunan Pasar Ngawen Blora Dimulai Oktober 2025, Anggaran Capai Rp38,2 Miliar
Kerugian dan Anggaran Pembangunan
Pasar Ngawen sebelumnya ludes terbakar pada 9 Januari 2024, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp30,69 miliar, mencakup bangunan dan ribuan lapak pedagang.
Nilai usulan pembangunan kembali pasar yang diajukan ke kementerian mencapai Rp38,2 miliar. Pemkab Blora hanya menerima hasil pembangunan, sementara seluruh proses lelang dilakukan langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Pembangunan pasar Ngawen ini diharapkan dapat menjadi pasar modern, aman, dan nyaman bagi pedagang serta pengunjung.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










