REMBANG, Harianmuria.com – Inovasi budi daya ikan di Kabupaten Rembang mulai menunjukkan hasil menggembirakan. Shodikin (38), pembudi daya lokal di Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang, berhasil mengembangkan ikan nila salin, yang belum banyak dibudidayakan di wilayah pesisir Rembang.
Keberhasilan ini makin membanggakan karena hasil panennya kini rutin menyuplai ribuan porsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa sekolah di berbagai kecamatan.
Produksi Besar dan Standar MBG
Shodikin memulai budi daya nila salin sejak awal 2025. Dari satu siklus panen berdurasi empat bulan, ia mampu menghasilkan hingga 4 ton ikan, sebagian besar diolah menjadi ikan fillet bebas duri, sesuai standar MBG.
“Karena MBG ini dikonsumsi anak-anak, kami wajib memastikan tidak ada duri. Prosesnya melalui rantai dingin agar kualitas tetap terjaga,” ungkap Shodikin saat ditemui Rabu, 3 September 2025.
Dalam dua kali pengiriman terakhir, Shodikin telah menyuplai hampir 7.000 porsi ikan fillet ke dapur MBG di Lasem dan Sarang. Distribusi ke wilayah lain seperti Sluke dan Rembang Kota dijadwalkan terus berlanjut.
Pendampingan Dinas Perikanan
Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang. Melalui penyuluh perikanan lapangan (PPL), dinas memberikan pendampingan teknis mulai dari budi daya, pengolahan, hingga memastikan produk sesuai standar MBG.
“Proses MBG cukup ketat. Setelah panen ikan masuk es, difillet, disimpan di box khusus dengan es, lalu freezer sebelum dikirim. Semua untuk menjaga kualitas dan higienitas,” terang Shodikin.
Mendorong Ekonomi dan Lapangan Kerja
Program ini juga memberikan nilai tambah ekonomi dan lapangan kerja. Untuk proses fillet, Shodikin melibatkan 8–10 tenaga kerja, sebagian besar ibu-ibu lokal yang sedang dilatih agar kelak mandiri mengelola produksi. Tenaga ahli fillet didatangkan dari Kragan untuk transfer ilmu kepada pekerja lokal.
Potensi Pasar yang Menjanjikan
Shodikin berharap pendampingan dari dinas perikanan terus berjalan, termasuk perizinan, pembenihan, dan penyuluhan. Harga pokok produksi nila salin hanya Rp17.000/kg, sementara harga jual bisa mencapai Rp22.000–Rp26.000/kg, tergantung ukuran ikan.
“Ke depan MBG bisa memanfaatkan potensi lokal Kabupaten Rembang. Saat ini lele dan nila, mungkin nanti bisa dikembangkan udang dan budi daya lain,” pungkasnya.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki










