KUDUS, Harianmuria.com – Kelurahan Sunggingan, Kecamatan/Kabupaten Kudus, meluncurkan program unik bernama Ngatur Setan, akronim dari Ngasih Telur Selamatkan Stunting. Program ini merupakan bagian dari Gerakan CERDAS (Cegah Risiko Stunting Dengan Aksi Sosial).
Lurah Sunggingan, Rikho Mahardika Gautama, menjelaskan bahwa program Ngatur Setan dirancang agar masyarakat menjadi aktor utama dalam penanganan stunting, bukan hanya sebagai penerima manfaat.
“Program ini dirancang untuk menjadikan masyarakat sebagai motor penggerak dalam pencegahan stunting,” kata Rikho, Jumat, 15 Agustus 2025.
Gotong Royong 1 Butir Telur
Inti dari program Ngatur Setan adalah pengumpulan telur secara gotong royong dari warga, RT, pegawai kelurahan, hingga pasangan pengantin baru. Donasi ini kemudian diberikan kepada balita berisiko stunting dan ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis (KEK) sebagai bentuk intervensi gizi.
“Setiap kali ada pertemuan RT, warga membawa satu butir telur secara sukarela. Dari yang kecil, kita bangun perubahan besar,” jelas Rikho.
Program ini menunjukkan bahwa penanganan stunting tidak melulu bergantung pada bantuan pemerintah, tapi juga bisa digerakkan dari tingkat kelurahan dengan pendekatan kreatif dan partisipatif.
Literasi Gizi Lewat Teknologi
Menariknya, Kelurahan Sunggingan juga memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan literasi gizi masyarakat. Konten berupa video animasi dan lagu edukatif telah dibuat untuk menjangkau masyarakat secara lebih mudah dan menarik.
“Kami ingin menjadikan edukasi gizi sebagai sesuatu yang menyenangkan dan mudah diterima masyarakat. AI kami manfaatkan untuk mendukung itu,” ungkap Rikho.
Dukungan Masyarakat Mengalir
Program Ngatur Setan dan Gerakan CERDAS telah mendapat respons positif dari masyarakat dan berbagai pihak. Tingkat partisipasi warga yang tinggi menunjukkan bahwa pendekatan gotong royong masih menjadi kekuatan utama di tengah masyarakat.
“Gerakan ini bukan sekadar program bantuan. Ini adalah gerakan kolektif untuk menyelamatkan generasi masa depan,” tegas Rikho.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki










