BLORA, Harianmuria.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sendangharjo, Kecamatan/Kabupaten Blora, menarik 3086 porsi menu MBG yang telah terdistribusikan akibat laporan adanya ulat (belatung). Akibatnya, mitra harus menanggung kerugian yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Kepala SPPG Sendangharjo, Tobbi Toriq, menyebut peristiwa itu terjadi pada Rabu, 15 Oktober 2025. Setelah laporan diterima, pihaknya langsung menarik seluruh porsi yang telah terdistribusi ke 43 sekolah penerima manfaat MBG.
“Kita sudah laporan ke Satgas adanya kejadian luar biasa. Semua menu pada hari itu kita tarik semua, sejumlah 3.086 porsi,” ujar Tobbi, Minggu, 19 Oktober 2025.
Baca juga: Heboh Ulat di Menu Bakso Program MBG Blora, Satgas Ancam Laporkan Dapur SPPG ke BGN
Menurut Tobbi, pihaknya belum dapat memastikan di mana porsi yang ditemukan belatung tersebut. Namun, langkah penarikan diambil untuk mencegah risiko kesehatan penerima manfaat program MBG.
Diduga Lalat Masuk Saat Produksi
Menurut Tobbi, menu mi bakso dibuat langsung oleh SPPG, bukan dari pihak ketiga. Ia menduga, munculnya belatung disebabkan oleh lalat yang sempat menghinggapi makanan saat proses pendinginan.
“Kemungkinan saat didinginkan, penutupnya kurang rapat, lalu lalat bertelur dan akhirnya menetas jadi belatung,” jelasnya.
Tobbi memastikan bahwa bahan makanan yang digunakan masih segar dan bukan stok lama, namun pihaknya tetap akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses produksi.
Mitra BGN Siap Ganti Rugi
Sebagai tindak lanjut, mitra Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan siap mengganti seluruh menu MBG yang telah ditarik.
“Mitra sudah berkomitmen mengganti semua menu yang ditarik kembali,” ungkap Tobbi.
Namun, proses penggantian masih menunggu perhitungan ulang kandungan gizi agar penerima manfaat tetap mendapatkan porsi nutrisi yang sesuai standar.
“Ada perhitungan berapa kalori, berapa gram, dan nilai gizi lain yang harus kami sesuaikan,” tambahnya.
Menu Bakso Dievaluasi
Atas insiden ini, SPPG Sendangharjo memutuskan untuk menunda sementara produksi menu bakso hingga evaluasi menyeluruh selesai dilakukan.
“Kami akan evaluasi lagi, mencari tahu di mana kesalahannya. Jadi untuk sementara, menu bakso belum akan dibuat lagi,” kata Tobbi.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










