BLORA, Harianmuria.com – Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Blora atas wafatnya sesepuh Sedulur Sikep Samin Karangpace di Klopoduwur, Mbah Lasiyo, pada usia 65 tahun, Kamis malam, 20 November 2025, di RSUP Dr. Kariadi Semarang.
Bupati Blora Arief Rohman bersama Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto hadir bertakziah menyampaikan belasungkawa di Pendapa Sedulur Sikep Samin, Desa Klopoduwur, Jumat, 21 November 2025.
“Kami menghaturkan belasungkawa atas kapundutipun Mbah Lasiyo. Beliau adalah tokoh panutan di Blora, mengajarkan banyak nilai kehidupan,” ujar Bupati Arief.
Menurut Bupati, kepergian Mbah Lasiyo meninggalkan ruang kosong bagi masyarakat Blora yang selama ini menjadikannya rujukan nilai-nilai kearifan lokal dan kebaikan antarsesama.
Teladan Kejujuran dan Kesederhanaan
Bupati Arief mengenang Mbah Lasiyo sebagai pribadi sederhana, berwibawa, dan mampu merangkul semua kalangan. Ia konsisten menjaga tradisi Sedulur Sikep ‘Samin’ serta mengajarkan nilai kejujuran dan anti-kedengkian.
“Sejak saya menjadi Wakil Bupati hingga dua periode sebagai Bupati, beliau selalu mengajarkan kebaikan, kejujuran, tidak boleh dengki, iri, benci,” kenangnya.
Bupati juga mendoakan almarhum dan berharap ajaran-ajarannya dapat diteruskan oleh keluarga serta generasi penerus. “Semoga keluarga diberi ketabahan, dan perjuangan beliau bisa kita lanjutkan,” ujarnya.
Bupati menceritakan bahwa almarhum masih sempat berkomunikasi saat dirawat di RSUD Blora sebelum kondisi menurun di Semarang. Ia juga terakhir berkunjung menjelang bulan Suro saat diminta menanggapkan wayang sebagai wujud pelestarian budaya.
Warisan Nilai Kebaikan yang Terus Hidup
Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto menyampaikan bahwa Mbah Lasiyo adalah tokoh adat yang mengajarkan ajaran moral mulia kepada masyarakat.
“Beliau sesepuh yang sangat kami hormati. Beliau mengajarkan manusia menjadi pribadi yang baik, jujur, dan tidak membalas kebencian dengan kebencian, tapi dengan kebaikan,” ungkap Kapolres.
Ia menambahkan bahwa Mbah Lasiyo adalah panutan masyarakat Blora yang memberikan teladan nyata tentang kehidupan yang sederhana dan penuh kebaikan.

Suasana duka terlihat jelas di Pendapa Sedulur Sikep Samin Karangpace. Ratusan pelayat berdatangan dari berbagai kalangan, termasuk pejabat daerah dan masyarakat luas.
Halaman pendapa dipenuhi karangan bunga dari berbagai instansi, mulai dari BUMD, BUMN, Forkopimda Blora, Bupati dan Wakil Bupati, hingga Kabareskrim Polri Komjen Pol. Syahardiantono.
Kepergian Mbah Lasiyo menjadi penanda berakhirnya satu bab penting dalam perjalanan tradisi Sedulur Sikep. Namun, warisan nilai-nilai yang ia tanamkan diyakini akan terus hidup dalam ingatan masyarakat Blora.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










