BLORA, Harianmuria.com – Nama Marco Antonio Jose Yohanes, mahasiswa S1 Manajemen Universitas Surabaya (UBAYA) asal Blora, kini mencuri perhatian dunia akademik internasional.
Di usia muda, ia telah menorehkan prestasi gemilang berupa tiga publikasi ilmiah terindeks Scopus, sebuah pencapaian yang jarang diraih oleh mahasiswa sarjana.
Terbaru, pembimbingnya, Bobby Ardiansyahmiraja M.MT., mengumumkan melalui Instagram bahwa Marco kembali menerbitkan artikel sebagai first-author di jurnal Tourism and Hospitality Research (THR), jurnal bereputasi Scopus Q1 dengan persentil 93 persen dan CiteScore 9,1.
Artikel tersebut berjudul ‘The ‘Three Cs’ of Food Influencers: An Examination of Characteristics, Closeness, and Content Attributes in Tourism’. Editor utamanya adalah Dr. Viachaslau Filimonau dari University of Surrey, Inggris.
Meneliti Fenomena Influencer Kuliner
Marco menjelaskan bahwa penelitiannya berangkat dari fenomena banyaknya masyarakat yang bepergian semata-mata untuk mencari pengalaman kuliner, termasuk mengikuti rekomendasi para influencer.
“Jurnal ini ditulis dari pengamatan bahwa banyak orang memilih destinasi kuliner berdasarkan influencer di media sosial,” ujarnya.
Ia terinspirasi dari orang tuanya yang juga sering menggunakan Instagram, TikTok, dan YouTube untuk mencari rekomendasi makanan. Menurutnya, potensi daerah Indonesia – termasuk Sate Blora– harus diperkenalkan lebih luas melalui peran influencer.
2 Publikasi Lain: dari Sepak Bola hingga Keuangan
Prestasi Marco tidak berhenti di situ. Pada akhir 2024, ia menerbitkan artikel tentang fenomena kecintaan fans Indonesia pada klub Eropa di jurnal Managing Sport and Leisure (Scopus Q2), sesuai hobinya menonton pertandingan sepak bola.
Ia juga menulis artikel di bidang keuangan pada jurnal Finance: Theory and Practice (Scopus Q3) milik Financial University under the Government of Russian Federation. Artikel tersebut membahas perkembangan adopsi layanan keuangan digital, khususnya online stockbroker.
Marco mengakui bahwa semua pencapaiannya tak lepas dari bimbingan dosennya, Bobby Ardiansyahmiraja, M.MT., yang menekankan pentingnya integritas dan etika dalam publikasi ilmiah. Bobby selalu menekankan bahwa karya ilmiah harus dipublikasikan di jurnal bereputasi, bukan jurnal predator.
Marco pun menegaskan bahwa publikasi Scopus tidak selalu berbayar.
“Publikasi di Scopus itu tidak pernah mahal. Banyak yang bertanya bayar berapa, saya jawab: gratis. Kampus saya tidak mengeluarkan sepeser pun untuk publikasi saya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa meski beberapa jurnal bereputasi memiliki Article Processing Charge (APC), hal tersebut tidak otomatis menjadikannya predator—yang terpenting adalah proses editorial yang etis.
Ambisi Jadi Profesor Pertama di Bidangnya
Di usia 20 tahun, Marco masih ingin belajar sebanyak mungkin dalam bidang Leisure Studies dan Football Management. Ia bahkan bercita-cita menjadi profesor pertama di Indonesia dalam bidang tersebut.
“Sampai sekarang belum ada profesor di bidang ini, sehingga saya sangat tertarik menjadi yang pertama,” ujarnya.
Baginya, perkembangan industri sepak bola Asia yang semakin saintifik menjadi pemicu semangat untuk terus meneliti dan berkontribusi.
Kisah Marco menjadi bukti bahwa mahasiswa dari kota kecil seperti Blora pun dapat berdiri di panggung global – asal berani bermimpi, bekerja keras, dan tetap berpegang pada etika.
Jurnalis: Subekan
Editor: Basuki










