BLORA, Harianmuria.com – Proses seleksi pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sektor migas Blora mendekati babak akhir. Salah satu nama yang berhasil lolos Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) calon Direktur PT Blora Patragas Hulu (BPH) adalah Muhammad Khamdun, mantan Ketua KPU Kabupaten Blora.
Khamdun bersaing bersama dua kandidat lainnya, Ahmad Mundir dan Mia Fajarwati, yang dinyatakan lolos UKK berdasarkan pengumuman Panitia Seleksi tertanggal 22 Oktober 2025.
3 Kandidat Wawancara dengan Pemegang Saham
Ketua Panitia Seleksi, Pujiariyanto, mengonfirmasi bahwa ketiga calon Direktur telah mengikuti tahap wawancara akhir dengan pemegang saham, yaitu Bupati dan Wakil Bupati Blora.
“Setelah diumumkan lolos UKK pada 22 Oktober 2025 lalu, pada Selasa kemarin, para calon Direktur BPH ini mengikuti tahapan wawancara langsung dengan pemegang saham,” ujar Pujiariyanto yang juga Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Blora.
Wawancara tersebut berlangsung mulai pukul 11.00 WIB hingga 14.30 WIB. Puji menekankan bahwa keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan pemegang saham.
BUMD Migas Diharapkan Dongkrak PAD
Menurut Pujiariyanto, seleksi ketat ini dilakukan untuk memastikan BUMD migas, baik PT BPH maupun PT BPE, dapat menjadi pilar baru dalam menopang keuangan daerah.
“Harapan kami, Direktur yang terpilih nanti bisa segera bekerja dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Blora,” tegas Pujiariyanto.
Kebutuhan akan peningkatan PAD sangat mendesak mengingat adanya penurunan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
“BUMD diharapkan menjadi motor penggerak untuk meningkatkan PAD bagi Kabupaten Blora, sehingga pembangunan dan kesejahteraan masyarakat tidak terhambat,” tuturnya.
9 Calon Anggota Komisaris PT BPE
Selain calon Direktur BPH, panitia seleksi juga mengumumkan sembilan calon Anggota Komisaris PT BPE (Perseroda) periode 2025-2029 yang lolos UKK dan telah mengikuti fit and proper test dengan pemegang saham. Mereka terdiri dari tiga kandidat ASN dan enam kandidat independen.
Para kandidat independen meliputi Achmad Ma’sum, Christian Prasetya, Dimas Armaya Radiansyah, Rng. Ratnasari Puspitarini, Rohmat Dwianto Safari, dan Seno Manggutama. Sementara dari unsur ASN adalah Ariraya Sulistya Sedayu, Dasiran, dan Riki Bhakti Maryudi.
Jurnalis: Subekan
Editor: Basuki










