SALATIGA, Harianmuria.com – Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Salatiga Menggugat mendesak DPRD Kota Salatiga segera membentuk panitia khusus (pansus) untuk menyelesaikan dua persoalan besar: pengelolaan sampah di TPA Ngronggo dan mangkraknya proyek Taman Wisata Religi (TWR).
Koordinator aksi, Tri Aprivander Waruwu, menegaskan kedua masalah tersebut menyangkut kepentingan masyarakat luas sehingga harus segera ditangani.
“TPA Ngronggo sudah lama bermasalah, baik dari daya tampung maupun dampak lingkungan. Begitu juga dengan TWR yang mangkrak, pemerintah kota harus memberi kejelasan agar tidak terus terbengkalai,” ujar Aprivander, Selasa, 2 September 2025.
Audiensi dengan DPRD
Meski rencana demonstrasi pada Senin, 1 September 2025 dibatalkan, belasan mahasiswa tetap mendatangi gedung DPRD Salatiga untuk menyampaikan aspirasi. Dalam audiensi itu, DPRD menyepakati pembentukan pansus yang akan membahas serius persoalan TPA dan TWR dengan melibatkan perwakilan mahasiswa.
Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit, menegaskan pihaknya terbuka terhadap aspirasi mahasiswa.
“Kami sepakat membentuk pansus yang fokus menangani masalah TPA Ngronggo dan pembangunan TWR. Kami ingin ada solusi yang jelas dan terukur,” kata Dance.
Mahasiswa Siap Kawal Pansus
Dengan adanya pansus, mahasiswa berharap persoalan klasik mengenai sampah dan proyek mangkrak di Salatiga tidak berlarut-larut. Aliansi Salatiga Menggugat juga memastikan akan terus mengawal pembahasan pansus hingga menghasilkan keputusan nyata bagi masyarakat.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki










