BLORA, Harianmuria.com – Bantuan logistik dari berbagai pihak terus berdatangan pasca insiden ledakan sumur minyak di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora. Ratusan warga terdampak kini mengandalkan dapur umum dan bantuan kemanusiaan yang disalurkan oleh pemerintah serta sejumlah organisasi.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, menegaskan pentingnya keselamatan dalam aktivitas pengeboran minyak untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
“Ke depan harus lebih berhati-hati, jangan sampai terjadi lagi,” ujarnya saat meninjau dapur umum di Desa Gandu, Jumat, 22 Agustus 2025.
Imam juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat langsung dalam penanganan warga terdampak.
“Saya berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, termasuk dari Pertamina yang banyak memberikan bantuan kepada masyarakat,” tambahnya.
31 Lembaga Turut Salurkan Bantuan
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi, mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah ada 31 instansi dan lembaga yang berkontribusi dalam penyaluran logistik ke dapur umum pengungsian.
“Alhamdulillah bantuan terus mengalir. Rencananya Pak Wakil Gubernur juga akan datang meninjau lokasi,” ujarnya.
Pertamina dan Hiswana Migas Beri Bantuan Kemanusiaan
Dukungan juga datang dari sektor energi. Pertamina Patraniaga Regional Jawa Bagian Tengah bersama Hiswana Migas menyalurkan berbagai bantuan logistik seperti beras, minyak goreng, pembalut wanita, serta 10 tabung gas elpiji 12 kg yang dapat digunakan secara berkelanjutan oleh warga.
Sales Branch Manager Pertamina Patraniaga, Raditya Raviandi, menyebutkan bahwa pihaknya ditugaskan langsung untuk membantu warga terdampak sebagai bagian dari misi kemanusiaan.
“Kami prihatin atas kejadian ini. Bantuan ini kami salurkan untuk 750 warga terdampak sebagai bentuk kepedulian dan dukungan,” kata Raditya.
Ia berharap proses pemulihan berjalan lancar dan kondisi segera membaik. “Semoga api segera padam dan penanganan berjalan tanpa kendala,” imbuhnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










