SEMARANG, Harianmuria.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang mulai mengembangkan budi daya maggot, jangkrik, dan bekicot sebagai alternatif pakan ternak. Program ini bagian dari upaya mendukung akselerasi program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) Agus Andrianto dalam mewujudkan ketahanan pangan di lapas dan rutan seluruh Indonesia.
Sebanyak 20 gram maggot dan beberapa bekicot mulai dibudi dayakan di lingkungan lapas dengan melibatkan sekitar 23 warga binaan. Kegiatan ini juga menggandeng beberapa pihak eksternal, salah satunya Dinas Pertanian Kota Semarang, untuk memastikan program berjalan dengan baik dan sesuai standar.
Kepala Lapas Kelas I Semarang, Mardi Santoso, menegaskan pihaknya berkomitmen untuk mengoptimalkan lahan yang tersedia di dalam lapas sebagai Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) bagi warga binaan.
Menurut Mardi Santoso, pihaknya akan memanfaatkan lahan yang ada dengan maksimal, termasuk membangun greenhouse untuk budi daya tanaman aren. “Saat ini, tanaman aren masih dalam tahap penumbuhan kecambah yang membutuhkan waktu sekitar 35 hari sebelum siap ditanam,” katanya, Jumat (14/2/2025) sore.
Selain itu, area SAE akan digunakan untuk penanaman lainnya sebagai bagian dari program pembinaan dan rehabilitasi warga binaan. Dengan terlibat dalam kegiatan pertanian, para warga binaan diharapkan dapat memperoleh keterampilan baru yang berguna setelah mereka kembali ke masyarakat.
Melalui program ini, Lapas Kelas I Semarang berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih produktif, serta memberikan peluang bagi warga binaan untuk belajar dan bekerja dalam sektor pertanian.
“Kami ingin memastikan bahwa warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana mereka, tetapi juga mendapatkan bekal keterampilan yang bisa mereka manfaatkan setelah bebas nanti,” pungkasnya.
(SYAHRIL MUADZ – Harianmuria.com)










