BLORA, Harianmuria.com – Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dindagkop UKM) Blora mencatat 39 Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih di Kabupaten Blora telah aktif menjalankan kegiatan usaha, meskipun belum mendapatkan pembiayaan dari bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Plt. Kabid Koperasi dan UKM Dindagkop UKM Blora, Sri Sudyarningsih (Nanik) menyampaikan, hingga awal September 2025, puluhan Kopdeskel tersebut telah bergerak di tiga sektor utama, yakni sembako, distribusi elpiji, dan program Laku Pandai.
“Data terakhir yang kami terima, sudah ada 39 Kopdeskel aktif. Mereka mulai menjalankan bisnis meskipun belum mendapat pinjaman dari bank Himbara,” ujar Nanik, Rabu, 10 September 2025.
Kendala Modal dan Pemahaman Koperasi
Meski sudah beroperasi, sebagian besar pengurus Kopdeskel mengeluhkan keterbatasan modal usaha sebagai hambatan utama dalam mengembangkan koperasi.
“Rata-rata curhat soal pendanaan. Usaha tidak bisa jalan maksimal tanpa modal,” imbuhnya.
Selain soal permodalan, masih banyak pengurus yang membutuhkan pendampingan dan pelatihan perkoperasian agar operasional koperasi dapat berjalan sesuai prinsip koperasi dan tidak terjadi miskomunikasi dengan warga yang akan direkrut sebagai anggota.
“Soal rekrutmen anggota, pengurus bisa langsung sosialisasi ke warga setempat. Itu bukan kendala utama,” jelas Nanik.
Kopdeskel Semanggi: Contoh Aktif Bergerak
Salah satu koperasi yang aktif adalah Kopdeskel Merah Putih di Desa Semanggi, Kecamatan Jepon. Ketua Kopdeskel Semanggi, Wahyu Bagus Setyo Budi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berhasil mengajak lebih dari 120 warga menjadi anggota koperasi.
“Kami fokus membentuk keanggotaan sebagai pondasi. Kopdeskel ini jadi program prioritas Presiden Prabowo, jadi kami ingin serius menjalankannya,” ungkap Wahyu.
Ia juga menyebut, pihaknya tengah menjalin kerja sama dengan sejumlah BUMN seperti Bulog dan Pertamina untuk mendukung ketersediaan produk koperasi. Bahkan, kerja sama dengan Bulog Kantor Cabang Pati sudah mencapai tahap kesepakatan.
“Dalam waktu dekat akan ada grand opening dan bazar sebagai bentuk pengenalan koperasi kepada masyarakat,” tambahnya.
Dindagkop UKM Blora: ASN Harus Jadi Contoh
Sebelumnya, Kepala Dindagkop UKM Blora, Kiswoyo, menyampaikan bahwa keberhasilan Kopdeskel sangat bergantung pada jumlah anggota. Dengan banyaknya anggota, koperasi bisa tumbuh menjadi kekuatan ekonomi desa, bukan sekadar alat simpan-pinjam.
“Koperasi harus punya basis kuat. ASN juga harus jadi contoh bahwa koperasi itu sehat dan transparan,” tegasnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










