BLORA, Harianmuria.com – Ketua Komisi D DPRD Blora, Subroto, akhirnya menarik pernyataannya yang sempat memicu kontroversi terkait tugas TNI dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebelumnya, ia menyebut bahwa tugas TNI adalah perang, bukan mengurusi makanan.
Namun, dalam klarifikasi tersebut, Subroto justru menyalahkan awak media sebagai pihak yang memicu keluarnya pernyataan kontroversial itu. Ia mengaku ucapannya muncul spontan setelah dipancing oleh pertanyaan wartawan.
“Itu karena kecerobohan kami, karena kami tidak paham Undang-Undang TNI. Di pikiran kami, TNI pasti banyak bicara soal perang. Itu karena pancingan dari njenengan semuanya (awak media),” ujar Subroto, usai audiensi di Kantor Setda Blora pada Rabu, 24 September 2025.
Klarifikasi Subroto: Salahkan Pertanyaan Media
Saat ditanya siapa awak media yang memancing pertanyaan itu, Subroto tidak bisa menyebutkan nama. Ia hanya menyebut bahwa banyak wartawan hadir saat itu.
“Saya terpancing, karena banyak wartawan saat itu. Jadi, karena keterbatasan kami, untuk hari ini kami mohon maaf,” lanjutnya.
Ia mencontohkan pertanyaan yang ia klaim memancing, “Pak Broto, tugas TNI kan perang,” sebagai pemicu penyataan kontroversialnya.
Fakta Video: Pernyataan Tidak Dipicu Wartawan
Namun, rekaman video wawancara saat audiensi dengan Korwil SPPG Blora menunjukkan pernyataan Subroto terlontar tanpa ada pertanyaan wartawan tentang tugas TNI. Dalam video tersebut, Subroto secara eksplisit menyebut bahwa tugas TNI adalah berperang, bukan mengurus program MBG.
“Yang tahu itu Kodim dan Koramil, ini kan aneh. Kodim Koramil tugasnya kan perang, iki kon (disuruh) ngurusi makanan (MBG). Aku dibenci Kodim ora papa. Dibenci tentara ora papa,” ujarnya kala itu.
Baca juga: Dewan Pers Prihatin: Masih Ada Pejabat Anggap Wartawan Biang Kegaduhan
Dewan Pers Prihatin Wartawan Jadi Kambing Hitam
Sebelumnya, Ahli Pers Dewan Pers, Jayanto Arus Adi, menyatakan prihatin atas banyaknya pejabat yang masih menuding wartawan sebagai biang kegaduhan atau pembuat ontran-ontran.
“Kalau pejabat menganggap wartawan biang kegaduhan, saya prihatin. Itu menandakan mereka belum paham fungsi pers,” ujar Jayanto, usai acara Diskusi Forum Jaringan Media Siber Blora (FJMSB), Senin, 22 September 2025.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










