BREBES, Harianmuria.com – Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah melakukan monitoring ke Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kabupaten Brebes, Kamis, 6 November 2025.
Kunjungan tersebut dilakukan menyusul masih tingginya angka kematian ibu dan anak di wilayah yang dikenal sebagai Kota Telur Asin itu.
Ketua Komisi E DPRD Jateng Messy Widiastuti menyampaikan, kunjungan ini bertujuan menggali informasi dan mengevaluasi efektivitas program yang telah dijalankan DP3KB, terutama dalam menekan angka kematian ibu dan bayi baru lahir.
“Kami ingin mendapatkan data dan informasi mengenai program-program yang telah dijalankan, khususnya upaya penurunan angka kematian ibu dan anak di Brebes,” ujarnya.
Perlu Evaluasi Program KB
Sekretaris Komisi E Zainuddin menilai bahwa Program Keluarga Berencana (KB) perlu dievaluasi secara menyeluruh. Menurutnya, keberhasilan program di masa lalu perlu dikaji kembali agar tetap relevan dengan tantangan saat ini.
“Pada era 1980–1990-an, Program KB menjadi andalan nasional. Namun, dengan meningkatnya angka kematian ibu dan anak, perlu dievaluasi apakah program ini masih efektif atau perlu pembaruan pendekatan,” katanya.
Akses Terbatas dan Edukasi Jadi Kendala
Sementara itu, Sekretaris DP3KB Brebes Bambang Setiyawan menjelaskan bahwa kondisi geografis Kabupaten Brebes yang luas menjadi tantangan tersendiri dalam pelayanan kesehatan.
Selain faktor ekonomi dan pendidikan, akses kesehatan yang sulit dan minimnya literasi masyarakat turut memperburuk situasi.
“Rendahnya edukasi masyarakat menjadi salah satu penyebab tingginya kematian ibu dan anak. Ditambah lagi jarak dari desa ke fasilitas kesehatan cukup jauh. Karena itu kami membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk mendampingi ibu hamil agar kesehatannya lebih terpantau,” jelasnya.
Komisi E Dorong Peningkatan Literasi
Anggota Komisi E DPRD Jateng Bagus Suryokusumo menegaskan pentingnya peningkatan sektor pendidikan sebagai langkah pencegahan jangka panjang.
“Pendidikan soal kesehatan ibu dan anak sangat penting. Dengan meningkatkan literasi, masyarakat akan lebih sadar akan pentingnya pemeriksaan kehamilan dan gizi,” imbuhnya.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki










