KUDUS, Harianmuria.com – Pemerintah Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kudus, resmi membuka kegiatan Kuliah Kerja Nyata Berbasis Moderasi Beragama (KKN-MB) bersama mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus, Kamis, 31 Juli 2025.
Program ini melibatkan 14 mahasiswa dan mahasiswi yang akan menjalankan pengabdian masyarakat di Desa Kesambi selama beberapa minggu ke depan. Fokus kegiatan tidak hanya pada aspek akademis, tetapi juga penanaman nilai toleransi, gotong royong, dan pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat desa.
Visi Desa Selaras dengan Nilai Moderasi Beragama
Kepala Balai Litbang Agama Semarang, Mokhamad Masri, mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN-MB yang sejalan dengan visi pembangunan desa.
“Kegiatan KKN-MB ini sejalan dengan visi Desa Kesambi: guyub rukun membangun desa dari rakyat untuk rakyat. Moderasi Beragama mengandung nilai-nilai moral yang sangat dibutuhkan dalam membentuk masyarakat yang adil, makmur, dan bermartabat,” ujar Masri.
Ia juga menekankan pentingnya kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab dari para mahasiswa maupun perangkat desa yang terlibat, agar kegiatan berjalan maksimal dan berkesan.
Momen Belajar dan Mengabdi Sekaligus
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ahmad Hasunuddin Hamdani, berharap mahasiswa memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah pengalaman lapangan, memahami sosial-budaya masyarakat, serta memberikan kontribusi nyata kepada desa.
“KKN-MB adalah pengalaman yang sangat berharga dan hanya datang sekali selama kuliah. Jadikan momen ini untuk belajar dan meninggalkan kesan positif bagi masyarakat Desa Kesambi,” pesan Hamdani.
Dukungan Penuh dari Pemerintah Desa
Acara pembukaan dihadiri oleh jajaran struktural Pemerintah Desa Kesambi, termasuk Kepala Desa, Sekretaris Desa, Carik, serta beberapa tokoh fungsional desa. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap kegiatan mahasiswa.
Pemerintah desa berharap kegiatan KKN-MB ini dapat memperkuat sinergi antara akademisi dan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal melalui pendekatan yang inklusif dan moderat.
Jurnalis: Subekan
Editor: Basuki










