PATI, Harianmuria.com – Dugaan kekerasan menimpa dua wartawan di Kabupaten Pati saat meliput rapat Panitia Khusus (Pansus) kedelapan hak angket DPRD Pati, Kamis, 4 September 2025. Peristiwa ini mendapat sorotan keras dari Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Jawa Tengah, Agus Sunarko.
Insiden terjadi saat rapat menghadirkan Ketua Dewan Pengawas RSUD RAA Soewondo Pati, Torang Manurung. Di tengah rapat, Torang tiba-tiba walk out meski agenda belum selesai. Wartawan Lingkar TV dan Murianews.com mencoba meminta keterangan melalui doorstop, namun suasana berubah tidak kondusif.
Seorang pria berbadan besar yang diduga pengawal Torang Manurung mendorong wartawan Lingkar TV, MP, hingga terjatuh. Wartawan Murianews, UH, juga mengalami dorongan serupa, meski tidak sampai jatuh.
Kekerasan terhadap Jurnalis Langgar Prinsip Demokrasi
Ketua JMSI Jateng Agus Sunarko mengecam keras tindakan tersebut. Menurutnya, kekerasan terhadap jurnalis melanggar prinsip demokrasi dan hukum.
“Profesi wartawan adalah pilar demokrasi. Tugas mereka mencari, mengolah, dan menyampaikan informasi kepada publik adalah amanat konstitusi. Setiap bentuk intimidasi atau kekerasan terhadap jurnalis harus dihentikan,” tegas Agus.
Agus menekankan bahwa kemerdekaan pers dijamin UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang memberi jurnalis hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan informasi. Menghalangi atau melukai jurnalis dapat dikenai sanksi pidana sesuai UU Pers maupun KUHP.
Selain itu, Pasal 28F UUD 1945 menegaskan hak setiap orang untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi. Kekerasan terhadap jurnalis, menurut Agus, tidak hanya melukai individu tapi juga merampas hak publik atas informasi.
Dorong Tindakan Tegas dan Literasi Jurnalistik
Agus Sunarko menekankan agar semua pihak, terutama pejabat publik dan lingkarannya, menghormati kerja jurnalis. Ia juga mendorong aparat penegak hukum menindaklanjuti peristiwa ini agar tidak terulang kembali.
Ia juga mengimbau agar pemerintah maupun aparat penegak hukum ikut aktif melakukan sosialisasi dan memberikan literasi publik tentang kewajiban setiap warga masyarakat untuk menghormati wartawan saat menjalankan tugas peliputan.
“Kita harus bersama-sama menciptakan ruang aman bagi jurnalis. Tanpa jurnalis, masyarakat kehilangan hak atas informasi yang benar. Menghargai jurnalis berarti menghargai demokrasi,” pungkas Agus Sunarko.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki










