PATI, Harianmuria.com – Kurang lebih sepekan cuaca ekstrem terjadi di wilayah Kabupaten Pati pada pekan kedua Maret 2024. Curah hujan dengan intensitas tinggi memicu Sungai Silugonggo meluap dan menyebabkan banjir di sejumlah daerah.
Mengingat bencana hidrometeorologi yang masih berpotensi terjadi di Kabupaten Pati, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Pati Ali Badrudin mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.
“Kalau musimnya hujan setiap hari kayak gini ya kurangi aktivitas keluar rumah. Bulan puasa harus dijaga kesehatannya, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kan di beberapa tempat kebanjiran, pohon tumbang juga banyak, itu yang perlu menjadi kewaspadaan kita semua,” ujarnya, Minggu, 17 Maret 2024.
Sedangkan bagi masyarakat yang harus berangkat bekerja, Ali mengingatkan agar warga selalu waspada dan berhati-hati. Termasuk memakai dan menyediakan jas hujan mengingat curah hujan tinggi akhir-akhir ini.
“Tetapi kan tidak serta merta warga ini berdiam terus di rumah. Mereka ‘kan juga harus cari nafkah. Tentu harus berhati-hati, karena keluarga menunggu di rumah. Yang jelas kalau tidak penting tidak usah keluar rumah,” bebernya.
Menurutnya, cuaca ekstrem juga berdampak kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kalau bulan puasa seperti saat ini kan banyak penjaja takjil yang akhirnya tidak laku. Karena cuaca hujan, tidak ada yang beli karena masyakarakat malas keluar rumah. Saya yakin nanti kalau sudah tidak hujan pasti bisa seperti sedia kala,” terangnya.
Ali menyampaikan agar masyarakat bersabar dan tetap waspada dengan kondisi alam saat ini sembari berharap cuaca kembali normal.
Diketahui, bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pati telah mengakibatkan banjir di beberapa titik. Banjir setidaknya terjadi di Kecamatan Jakenan, Gabus, Juwana, dan Dukuhseti. Dampak banjir tidak hanya merendam permukiman warga tetapi juga areal persawahan, dan sejumlah lingkungan Pendidikan.
Banjir di Pati juga memutus arus lalu lintas Jalan Raya Jakenan-Winong, pada Kamis, 14 Maret 2024. Ketinggian air yang menggenangi jalan mencapai 60 sentimeter atau setinggi pinggang orang dewasa. (Lingkar Network | Arif Febriyanto – Harianmuria.com)










