PATI, Harianmuria.com – Ketua Paguyuban Nelayan Tradisional Juwana, Munadirin menyebut kapal yang bersandar di hilir Sungai Silugonggo menghambat aliran air menuju laut. Sehingga, air menggenang membanjiri pemukiman warga.
“Saat ini kan hampir seluruh desa yang lokasinya dekat dengan sungai terdampak banjir. Sedangkan kapal yang parkir berukuran 100GT dengan panjang 30 meter. Ini jelas menghambat laju air menuju laut, keluh Munadirin.
Dirinya berharap proyek tambat kapal yang saat ini sedang dikebut oleh Kementerian PUPR bisa segera rampung agar kapal-kapal nelayan memilih tempat parkir.
Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Ali Badrudin membenarkan bahwa parkir kapal dengan jarak yang rapat dapat menghambat aliran air Sungai Silugonggo menuju laut. Hal itu disinyalir menjadi salah satu dari penyebab banjir seperti yang terjadi sekarang ini.
“Masalahnya mau parkir dimana lagi kalau tidak disitu. Setiap hari, setiap bulan, setiap tahun kapal selalu bertambah. Itu harus dibaca oleh pemerintah,” tuturnya.
Ia juga tak memungkiri jumlah kapal yang ada di hilir Sungai Silugonggo tersebut semakin bertambah setiap bulannya. Sehingga diperlukan perhatian khusus bagi pemerintah untuk menangani permasalahan ini.
Disinggung soal solusi penanganan parkir kapal yang menumpuk, Ketua Partai PDI-P Pati ini mengaku tidak bisa berbuat banyak, lantaran memang tidak ada tempat bagi kapal-kapal nelayan parkir. (Lingkar Network | Arif Febriyanto – Harianmuria.com)










