KAB. SEMARANG, Harianmuria.com – Dugaan keracunan massal yang dialami 20 siswa SDN Ungaran 01, Kecamatan Ungaran Barat, usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa, 30 September 2025, menyisakan keprihatinan orang tua siswa yang menjadi korban.
Para siswa itu mengalami gejala seperti mual, muntah, dan sesak napas. Krisna Bramantyo Aji, orang tua siswa kelas 2 berinisial A (8), mengungkapkan bahwa putranya kini harus menjalani rawat inap di RSUD Ungaran.
“Anak saya muntah hingga tujuh sampai delapan kali, lalu dehidrasi dan pusing. Awalnya muntah di sekolah sampai UKS, lalu dibawa ke IGD dan akhirnya harus dirawat inap. Ia hanya memakan puding dari menu MBG,” ungkap Krisna.
Krisna juga menjelaskan bahwa menu MBG hari itu terdiri dari nasi putih, rendang daging, tahu bulat, tumis pakcoy, dan puding. Menurut dugaan awalnya, puding yang dikonsumsi anaknya berbau asam dan tampak mengeluarkan cairan.
Baca juga: 20 Siswa SDN Ungaran 01 Diduga Keracunan Menu MBG
Klarifikasi Dinkes Kabupaten Semarang
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang, Dwi Syaiful Noor Hidayat, menyatakan bahwa seluruh korban dugaan keracunan MBG di SDN Ungaran 01 sudah mendapat penanganan cepat.
“Dalam waktu 10 menit tim kami sudah sampai di lokasi. Semua siswa sudah ditangani dan diperbolehkan pulang,” tegasnya.
Terkait kabar adanya siswa yang masih dirawat inap, Syaiful membantah. “Tidak ada yang dirawat inap. Semua sudah pulang. Dan untuk sekolah lain, tidak ada laporan masuk ke kami,” tambahnya.
Investigasi Penyebab Keracunan MBG
Saat ini, Dinkes masih melakukan investigasi penyebab dugaan keracunan MBG. Sampel makanan telah dikirim ke laboratorium untuk diperiksa, dengan estimasi hasil keluar dalam lima hari ke depan.
“Kami masih selidiki. Bisa saja ada indikasi alergi atau faktor lain. Semua orang tua sebelumnya sudah mengisi tes skrining alergi sebelum program MBG berjalan. Hasil lab ini yang akan menentukan penyebab pastinya,” jelas Syaiful.
Dinkes juga sudah melaporkan kasus ini ke Badan Gizi Nasional (BGN) untuk evaluasi terhadap SPPG yang menyediakan menu.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki










