KENDAL, Harianmuria.com – Kendal Cerpen Award (KCA) 2025 resmi digelar sebagai ajang literasi yang mengangkat kearifan lokal Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Sayembara menulis cerpen ini bertujuan membangun ekosistem literasi berbasis budaya lokal yang kuat di masyarakat.
Kompetisi ini diinisiasi oleh sejumlah komunitas sastra daerah, di antaranya Sangkar Arah Pustaka Kangkung, Pelataran Sastra Kaliwungu (PSK) Kaliwungu, Jarak Dekat Art Production Kangkung, dan Komunitas Sastra Lerengmedini (KLM) Boja.
Menurut Setia Naka Andrian, juru kunci Sarang Lilin Art Space Kendal sekaligus Sekprodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UPGRIS, KCA 2025 bukan sekadar lomba menulis cerpen.
“Ini adalah bukti nyata ekosistem literasi yang tumbuh dari semangat gotong royong komunitas. Bukan dari instruksi, tapi dari kesadaran bersama,” ujarnya, Kamis, 7 Agustus 2025.
Ia menambahkan, hadiah-hadiah yang ditawarkan dalam Kendal Cerpen Award 2025 mencerminkan karakter lokal yang otentik dan membumi. Hal ini sejalan dengan semangat mengangkat nilai-nilai lokal dan memperkuat identitas budaya Kendal.
Cerpen Angkat Nilai Lokalitas
Tema cerpen yang dilombakan berkaitan dengan lokalitas sosial-budaya Kabupaten Kendal, meliputi legenda, sastra lisan, mitos, artefak budaya, serta peristiwa sejarah dan tragedi kemanusiaan yang pernah terjadi di daerah tersebut.
Peserta hanya diperbolehkan mengirim satu naskah yang belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apapun, baik buku cetak, e-book, maupun platform digital.
Lebih jauh, Naka menegaskan pentingnya dukungan terhadap komunitas-komunitas sastra independen yang bergerak secara mandiri.
“Dengan begitu, kita punya lebih banyak ruang berkarya yang tidak bergantung pada program pemerintah saja,” tambahnya.
Kendal Cerpen Award Dorong Literasi
Melalui Kendal Cerpen Award 2025, para penyelenggara berharap dapat meningkatkan kesadaran literasi masyarakat serta memperkuat apresiasi terhadap budaya lokal yang kian tergerus arus globalisasi.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki










