PATI, Harianmuria.com – Kepala Seksi (Kasi) Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Abdul Hamid menyebutkan jika jumlah calon jamah asal kabupaten Pati tahun depan diperkirakan sebanyak 1.700-an orang. Jumlah tersebut jauh lebih banyak apabila dibandingkan dengan tahun ini yang hanya memberangkatkan 695 jamaah dan pada saat sebelum pandemi Covid-19 sebanyak 1.300-an jamaah.
“Itu kebetulan karena kuota pandemi, jadi yang berangkat hanya separo. Kemarin hanya berangkat 695 jamah dari jumlah yang biasanya 1300-an. Kalau kuota normal, tahun depan kita akan memberangkatkan 1700-an jamaah kalau kuotanya normal,” ungkapnya pada Selasa (9/8).
Hal tersebut sehubungan dengan banyaknya jumlah pendaftar haji yang membuat daftar tunggu keberangkatan menjadi lama, sehingga pemerintah Arab Saudi merencanakan penambahan kuota jamaah di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Ia pun mengatakan bahwa pada tahun 2023 nantinya akan ada sebanyak 5 juta jamah haji asal Indonesia yang diberangkatkan.
“Ada wacana di media sosial Saudi yang menyebut tahun 2023 kemungkinan jamaah sedunia akan ditingkatkan 2 kali lipat. Kalau biasanya hanya 2,5 juta jamaah, tahun depan itu sekitar 5 juta jamaah akan diterima dari seluruh dunia,” ungkap Hamid.
Adanya wacana penambahan tersebut, dirinya berharap dapat mengurangi antrean panjang calon jamaah haji. Ia menyebutkan, sampai saat ini pendaftar jamaah haji asal kabupaten Pati sudah mencapai 43.000 orang.
“Kita berharap dengan angka itu jumlah antrean kita akan semakin pendek atau semakin cepat berangkatnya. Tapi untuk kuota kami masih menunggu dari pemerintah Saudi. Ada sekitar 43000 jamaah asal Kabupaten Pati yang antre untuk diberangkatkan,” sambungnya.
Untuk lebih jelas mengenai informasi pemberangkatan haji, Hamid menyarankan kepada setiap calon jamaah untuk mengakses info perkembangan melalui aplikasi HajiPintar. (Lingkar Network | Arif | Harianmuria.com)










