JEPARA, Harianmuria.com – Kabupaten Jepara tak hanya terkenal dengan pesona pantai dan keindahan alamnya, tetapi juga menyimpan kekayaan budaya serta situs religius yang sarat nilai sejarah.
Salah satu destinasi yang makin populer di kalangan wisatawan adalah Kelenteng Welahan, sebuah tempat ibadah tua yang menjadi saksi perjalanan panjang akulturasi budaya Tionghoa di pesisir utara Jawa.
Pesona Arsitektur Tionghoa yang Memukau
Terletak di Kecamatan Welahan, kelenteng ini menghadirkan keindahan arsitektur khas Tionghoa yang menarik perhatian. Ornamen naga, patung dewa, serta dominasi warna merah dan emas menjadi daya pikat visual yang memukau pengunjung sejak pertama kali memasuki area kelenteng.
Kelenteng Welahan merupakan salah satu kelenteng tertua di kawasan Jepara dan sekitarnya. Nilai sejarahnya menjadikan tempat ini tak hanya dikunjungi oleh umat yang ingin bersembahyang, tetapi juga wisatawan yang ingin mengenal budaya peninggalan leluhur Tionghoa yang telah ada sejak ratusan tahun silam.
“Kelenteng ini berdiri sejak 1580, dan menjadi salah satu yang tertua di Indonesia,” ungkap Ketua Yayasan Kelenteng Welahan, Diki Sugandi.

Ruang Religi Sekaligus Wisata Budaya
Selain keindahan bangunan, pengunjung dapat menikmati suasana lingkungan sekitar kelenteng yang tenang dan bersih. Pada momen-momen tertentu, Kelenteng Welahan menjadi pusat berbagai kegiatan budaya, seperti perayaan Tahun Baru Imlek, ritual Cap Go Meh, dan pertunjukan barongsai yang selalu menarik antusiasme masyarakat.
Dengan perpaduan sejarah, budaya, dan keindahan arsitektur, Kelenteng Welahan Jepara menjadi destinasi yang sangat layak dikunjungi. Baik untuk perjalanan religi, wisata edukasi, maupun sekadar menikmati suasana artistik khas budaya Tionghoa.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki










