BLORA, Harianmuria.com – Rencana hibah lahan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi (Kanwil Ditjenim) Jawa Tengah masih terganjal status lahan yang tercatat sebagai Lahan Sawah Dilindungi (LSD).
Plt Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Blora, Susi Widyorini, menyebut lahan yang direncanakan untuk pembangunan Kantor Imigrasi tersebut belum bisa dihibahkan karena masih berstatus LSD.
“Calon lahan Kantor Imigrasi masih berstatus LSD. Harus dikeluarkan dulu status LSD-nya,” ujar Susi saat dikonfirmasi pada Senin, 4 Agustus 2025.
Lahan yang dimaksud berada di depan Pasar Sido Makmur Blora, tepatnya di samping Kantor Kecamatan Blora Kota. Menurut Susi, dari sisi Pemkab, lokasi tersebut sudah siap secara administratif, tinggal menunggu proses pencabutan status LSD oleh pemerintah pusat.
Masih Tunggu Rekomendasi Kementerian ATR/BPN
Sementara itu, Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora, Banar, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan pencabutan status LSD ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sejak Kamis, 26 Juni 2025.
“Permohonan sudah kami kirimkan. Sesuai SOP, seharusnya penerbitan rekomendasi LSD membutuhkan waktu sekitar 14 hari. Namun hingga kini, suratnya belum terbit,” jelas Banar.
Setelah status LSD dicabut, lahan tersebut baru bisa dimanfaatkan untuk pembangunan gedung kantor imigrasi.

Sertifikat Sudah Dipisah, Proses Hibah Belum Tuntas
Sebelumnya, Kabid Aset BPPKAD Blora, Wahyu Trimulyani, menyatakan bahwa sertifikat tanah seluas 7.000 meter persegi tersebut telah dipisah. Namun, proses hibah kepada Kanwil Ditjenim belum bisa dilakukan karena masih menunggu hasil kajian teknis dan administrasi yang lebih mendalam.
“Sertifikat masih atas nama Pemkab, jadi masih perlu proses lebih lanjut,” kata Wahyu.
Pemkab Blora sendiri berkomitmen mendukung pembangunan Kantor Imigrasi Blora guna meningkatkan pelayanan keimigrasian di wilayah Blora dan sekitarnya. Pelayanan keimigrasian di Blora telah dibuka sejak awal Januari 2025.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










