KAB. SEMARANG, Harianmuria.com – Kampung Natal Saloka Theme Park menjadi magnet wisata utama di Kabupaten Semarang selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Mengusung konsep kearifan lokal, destinasi wisata di kawasan Tuntang ini mampu menarik hingga 5.000 pengunjung per hari.
Kampung Natal Saloka digelar mulai 13 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, dengan berbagai atraksi, wahana, hingga pertunjukan spesial yang dirancang untuk mengisi momen liburan keluarga.
Atraksi Lengkap Bertema Kearifan Lokal
Beragam kegiatan dihadirkan dalam Kampung Natal Saloka, mulai dari stan kuliner lokal, pertunjukan drama musikal, parade, hingga wahana permainan yang dapat dinikmati seluruh segmen usia.
Salah satu daya tarik utama adalah pohon Natal raksasa yang terbuat dari eceng gondok, tanaman yang berasal dari Danau Rawa Pening. Sentuhan lokal ini menjadi ciri khas perayaan Natal di Saloka tahun ini.
“Di Kampung Natal kali ini, kami menghadirkan berbagai pilihan wisata, termasuk 11 tenant kuliner dengan menu makanan lokal yang bisa dinikmati pengunjung,” ujar General Manager Saloka Theme Park, Agustinus Haryanto, Minggu, 28 Desember 2025.
5 Zona Wahana dan Pertunjukan Spesial
Selain kuliner, wisatawan juga dapat menikmati berbagai wahana yang tersebar di lima zona utama, yakni Zona Pesisir, Balalantara, Kamayayi, Arung Jeram, dan Ararya.
Saloka juga menyuguhkan beragam pertunjukan hiburan selama periode Kampung Natal, mulai dari tarian, musik, parade, hingga teatrikal.
Salah satu yang paling ditunggu adalah Baru Klinthing Spectacular Show, pertunjukan andalan Saloka yang biasanya digelar setiap akhir pekan dan hari libur nasional.
“Di periode Kampung Natal ini, Baru Klinthing Spectacular Show hadir dengan kemasan spesial. Dibuka dengan kisah Ki Hajar Salokantara, ayahanda Baru Klinthing, lalu ditampilkan drama musikal, tarian api, dan ditutup dengan kisah Baru Klinthing,” jelas Haryanto.
Pohon Natal Eceng Gondok Catat Rekor MURI
Keunikan Kampung Natal Saloka juga terlihat dari pohon Natal eceng gondok setinggi 13 meter. Pohon ini sebelumnya berhasil memecahkan Rekor Dunia MURI sebagai replika pohon Natal tertinggi berbahan eceng gondok pada 16 Desember 2023.
“Eceng gondok ini kami ambil dari Danau Rawa Pening. Selain mengangkat kearifan lokal, kami juga ingin mendukung ekonomi kerakyatan dengan melibatkan warga dan UMKM pengrajin eceng gondok,” ungkapnya.

Lonjakan Pengunjung hingga 10 Persen
Selama periode libur Nataru, jumlah kunjungan wisatawan ke Saloka mengalami lonjakan signifikan. Dalam sehari, jumlah pengunjung mencapai 2.500 hingga 5.000 orang, meningkat dibandingkan akhir pekan biasa yang rata-rata sekitar 1.500 pengunjung.
“Lonjakan terjadi sejak sekitar satu minggu terakhir, terutama setelah 25 Desember. Secara keseluruhan ada kenaikan sekitar 5 sampai 10 persen dibanding periode sebelumnya,” terang Haryanto.
Haryanto menyebutkan, mayoritas pengunjung Saloka berasal dari luar Kabupaten Semarang, seperti Kota Semarang, Salatiga, Jakarta, serta daerah lain di Jawa Tengah dan sekitarnya.
“Traffic wisatawan dari Jakarta cukup tinggi. Mereka memilih berwisata ke Jawa Tengah dan Yogyakarta. Lokasi Saloka yang dekat Tol Semarang–Solo serta Exit Tol Bawen dan Tingkir Salatiga sangat mendukung,” paparnya.
Promo Spesial Kampung Natal Saloka
Untuk menarik lebih banyak wisatawan, Saloka menghadirkan promo spesial selama Kampung Natal. Salah satunya adalah tiket terusan berupa tiket member.
“Promo Spesial Edition Kampung Natal Saloka berupa tiket member seharga Rp250 ribu dari harga normal Rp300 ribu. Tiket ini berlaku untuk bermain gratis di semua wahana Saloka selama satu tahun,” pungkas Haryanto.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki










