SEMARANG, Harianmuria.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menargetkan perbaikan jalan provinsi dengan menggelontorkan anggaran Rp806 miliar pada 2025. Program ini mencakup perbaikan sekitar 80 ruas jalan yang tersebar di 35 kabupaten/kota untuk meningkatkan konektivitas dan kemantapan transportasi.
Target Kemantapan Jalan 94 Persen
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPU BMCK) Provinsi Jateng, AR Hanung Triyono, menyampaikan kondisi jalan provinsi saat ini berada pada kemantapan 90–93 persen dari total panjang 2.440,12 kilometer.
“Target kami di akhir 2025 minimal mencapai 94 persen. Jalan yang rusak ringan tersisa sekitar 6 persen atau 260 kilometer, terutama di Blora, Sragen, Jepara, dan Bumiayu–Salem, Brebes,” ujar Hanung, Kamis, 21 Agustus 2025.
Perbaikan dilakukan melalui rehabilitasi, preservasi, dan pemeliharaan rutin agar kerusakan ringan tidak berkembang menjadi rusak berat yang dapat menghambat arus transportasi dan distribusi barang.
Perbaikan jalan dilakukan melalui sembilan Balai Pengelolaan Jalan (BPJ). Beberapa ruas yang tengah diperbaiki antara lain Singget–Doplang menuju Cepu (Blora), Randublatung (Blora), Semarang–Godong–Purwodadi, serta Weleri–Patean–Parakan.
Alokasi Anggaran Rp806 Miliar
Anggaran Rp806 miliar terbagi menjadi Rp263 miliar untuk wilayah timur, Rp227 miliar wilayah barat, dan Rp315 miliar untuk BPJ. Selain itu, Pemprov Jateng menyiapkan rencana jangka panjang berupa pembangunan jalan tol dan tanggul laut untuk memperkuat konektivitas antarwilayah.
“Jalan provinsi akan berfungsi sebagai penghubung antara jalan tol atau nasional dengan jalan kabupaten/kota. Ini penting agar arus transportasi lancar dan aman,” tambah Hanung.
Sebelumnya, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, telah mengusulkan tambahan anggaran infrastruktur sebesar Rp73 triliun ke pemerintah pusat melalui DPR RI untuk mendukung pembangunan jalan, jembatan, sekolah, pertanian, dan kualitas sumber daya manusia.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki










